Sukabumi – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa sektor pariwisata telah lama ditetapkan sebagai sektor unggulan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Penetapan tersebut tidak hanya berlaku saat ini, tetapi telah dirancang sejak satu dekade lalu dan akan terus menjadi prioritas hingga 20 tahun ke depan.
“Bagi kita orang Sukabumi, pariwisata itu sudah ditulis di dokumen perencanaan sejak 10 tahun lalu. Bahkan hingga 20 tahun ke depan, sektor pariwisata menjadi unggulan dalam rangka membangkitkan ekonomi Sukabumi, tentu pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Ali Iskandar, Selasa (23/12).
Menurut Ali, momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan peluang sekaligus tantangan bagi sektor pariwisata di Sukabumi. Pasalnya, sebagian besar destinasi wisata di daerah tersebut mengandalkan wisata alam yang saat ini menghadapi kondisi anomali cuaca.
“Menghadapi kondisi alam yang tidak baik-baik saja, maka penyelenggaraan wisata harus betul-betul aman dan nyaman. Keselamatan pengunjung menjadi skala prioritas,” tegasnya.
Untuk itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan memperkuat ekosistem pariwisata melalui kesiapan pelaku usaha, pemerintah, serta masyarakat. Penguatan pengamanan juga difokuskan pada destinasi wisata yang relatif lebih resisten terhadap potensi bencana.
“Kami menambah lapisan pengamanan di lokasi wisata. Alhamdulillah, kami dibantu Balawista untuk memastikan destinasi wisata tetap safety dan security,” jelas Ali.
Terkait akses menuju lokasi wisata yang sempat terdampak bencana longsor, Ali menekankan pentingnya aspek aksesibilitas. Ia mengakui sempat terjadi penutupan akses di sejumlah wilayah, seperti kawasan Geopark Ciletuh dan Jampang.
“Namun penanganannya relatif cepat dan kini sudah bisa dilalui kembali. Meski demikian, kami tetap mengimbau kehati-hatian, terutama di beberapa titik yang masih menunjukkan retakan tanah, seperti di Jalan Tanjakan Baeud,” katanya.
Selain itu, Dispar Kabupaten Sukabumi juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat serta pemerintah pusat guna mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem di jalur menuju destinasi wisata.
Ali pun mengimbau wisatawan agar tidak ragu berkunjung ke Sukabumi, namun tetap mengedepankan kewaspadaan. “Ulah keeng, ulah salempang (jangan takut, jangan khawatir) datang ke Sukabumi untuk wisata. Insya Allah konsepnya semaya hadikasema,” ujarnya.
Sementara kepada para pelaku usaha pariwisata, Dispar menekankan pentingnya menjaga rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, termasuk dalam hal kewajaran harga, kualitas pelayanan, pengelolaan parkir, serta kebersihan lingkungan.
“Wisata itu dicari orang untuk kebahagiaan. Jangan sampai datang ke lokasi wisata bukannya bahagia, tapi justru kecewa karena harga mahal, parkir tidak wajar, atau lingkungan yang kotor,” pungkas Ali.
