Sukabumi – Akses Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten yang sempat mengalami ambles akibat fenomena pergerakan tanah kini kembali dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebelumnya, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut diberlakukan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dibukanya kembali akses jalan ini menyusul rampungnya penanganan darurat yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Di titik terdampak, petugas melakukan penguatan struktur guna menstabilkan badan jalan agar aman dilintasi.
Koordinator Perbaikan Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten, Asep, menjelaskan bahwa penanganan difokuskan pada penguatan sementara struktur jalan. Petugas memasang beronjong sebagai penahan tanah, kemudian diperkuat dengan susunan batu dan lapisan batu split berukuran kecil pada permukaan jalan.
“Kami lakukan penanganan dan perbaikan darurat dengan memasang beronjong, batu, dan di atasnya ditambahkan batu split kecil,” ujar Asep saat ditemui, Sabtu (3/1/2026).
Asep menambahkan, seluruh proses perbaikan sementara telah selesai pada Kamis (1/1/2026). Sejak itu, barikade jalan dibuka dan arus lalu lintas kembali difungsikan secara normal.
Pulihnya akses jalan tersebut disambut baik oleh masyarakat. Aktivitas warga serta distribusi logistik yang sebelumnya sempat terhambat kini kembali berjalan lancar.
“Sebelumnya, kerusakan cukup serius akibat pergerakan tanah memang menimbulkan kekhawatiran, karena sebagian badan jalan mengalami penurunan dan rawan longsor,” ungkapnya.
Selama masa perbaikan, petugas di lapangan memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi jalan yang dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna.
Menyadari ruas jalan Sukabumi–Sagaranten merupakan jalur vital penghubung wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Daerah bersama Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat memastikan pengawasan terus dilakukan.
“Meski penanganan saat ini masih bersifat darurat, kami sedang menyiapkan rencana perbaikan permanen agar jalur utama ini memiliki ketahanan jangka panjang,” pungkas Asep.
