Sukabumi – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., S.IP., KP., M.Si., memberikan dukungan penuh terhadap inovasi terbaru bertajuk Tandem Baper (Tinggalkan Android dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan). Program ini merupakan inisiasi dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.

Program ini secara resmi diluncurkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, di Gedung Perpustakaan Cisaat pada Senin (5/1/2026). Sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak jenjang TK/PAUD hingga Sekolah Dasar (SD).

Literasi Sebagai Pondasi Karakter

Deden Sumpena menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan pondasi utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Ia meyakini kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak usia dini akan membentuk generasi masa depan yang lebih unggul.

“Kebiasaan membaca sejak usia dini akan membentuk karakter peserta didik yang kritis, kreatif, dan memiliki daya saing di masa depan,” ujar Deden, Selasa (6/1/2026).

Menyeimbangkan Teknologi dengan Interaksi Nyata

Di tengah masifnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, program Tandem Baper dinilai hadir di waktu yang tepat. Deden menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat selaras dengan visi Dinas Pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan seimbang.

Beberapa poin penting manfaat program ini menurut Kadisdik:

  • Mengurangi Ketergantungan Gawai: Memberikan alternatif kegiatan produktif bagi anak selama empat jam tanpa ponsel.

  • Mendorong Imajinasi: Aktivitas di perpustakaan merangsang kreativitas dan daya imajinasi siswa.

  • Interaksi Sosial: Anak-anak diajak untuk berinteraksi secara langsung dalam suasana belajar yang menyenangkan.

“Selain mengurangi ketergantungan terhadap gawai, kegiatan ini juga mendorong anak untuk berinteraksi, berimajinasi, dan belajar secara menyenangkan,” imbuhnya.