RAGAMBAHASA.com – Protein tidak hanya dikenal bermanfaat untuk menjaga massa otot atau membantu penurunan berat badan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Para ahli menegaskan bahwa pola makan, khususnya kualitas protein yang dikonsumsi, memiliki pengaruh besar terhadap risiko penyakit kardiovaskular.
Ahli jantung dari Vital Heart & Vein, Dr. Patrick Kee, MD, Ph.D., menyampaikan bahwa kesehatan jantung sangat dipengaruhi oleh asupan makanan harian. Menurutnya, ketika berbicara soal jantung, perhatian tidak cukup hanya pada jumlah makanan, tetapi juga kualitas nutrisi yang dikonsumsi.
Saat ini, camilan tinggi protein mudah ditemukan, mulai dari snack bar, protein shake, kacang-kacangan, hingga keju cottage dalam kemasan. Namun, para ahli menilai tidak semua sumber protein memberikan manfaat yang sama bagi jantung. Kualitas protein dinilai jauh lebih penting dibandingkan sekadar jumlahnya.
Direktur Medis Kardiologi di Hackensack Meridian Jersey Shore University Medical Center, Dr. Renato Apolito, MD, menjelaskan bahwa protein berkualitas dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ia menyebut protein membantu menjaga berat badan ideal dan menyediakan bahan baku penting bagi otot. Jika dikombinasikan dengan latihan kekuatan, asupan protein yang tepat akan memberi dampak positif bagi kesehatan secara umum.
Para ahli menegaskan bahwa protein bukan hanya soal pembentukan otot. Pola makan yang kaya protein berkualitas, disertai konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian utuh, dinilai mampu menurunkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke. Dr. Patrick Kee menambahkan bahwa pendekatan gizi saat ini telah bergeser, dari fokus pada satu jenis nutrien ke pola makan secara keseluruhan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa protein berperan dalam menjaga massa otot, membantu pengendalian berat badan, serta mencegah masalah yang berkaitan dengan obesitas. Obesitas sendiri dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
Terkait kebutuhan protein harian, ahli jantung intervensi di MemorialCare Saddleback Medical Center, Dr. Cheng-Han Chen, MD, menjelaskan bahwa kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung usia, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan. Ia menyebut, secara umum rekomendasi protein berada di kisaran 0,8 gram per kilogram berat badan per hari. Namun, kebutuhan tersebut bisa berubah pada kondisi tertentu seperti kehamilan, menyusui, atau aktivitas fisik yang tinggi.
Meski demikian, Chen mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada jumlah protein. Jenis protein yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Konsumsi daging merah atau daging olahan secara berlebihan, menurutnya, dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, sehingga berisiko terhadap kesehatan jantung. Hal senada disampaikan oleh Dr. Kee yang menekankan bahwa asupan protein tinggi seharusnya tidak mengesampingkan nutrisi penting lain dari sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Dalam hal camilan, para ahli sepakat bahwa kacang-kacangan menjadi salah satu pilihan terbaik sebagai sumber protein yang ramah bagi jantung. Ketua Departemen Penyakit Dalam di Burnett School of Medicine, Dr. Mohanakrishnan Sathyamoorthy, MD, menyebut bahwa almond dan walnut kaya akan protein, lemak sehat, serta antioksidan.
Selain protein, kacang-kacangan juga mengandung lemak tak jenuh tunggal, serat, serta sterol nabati yang berperan dalam menjaga berat badan dan mengontrol kadar kolesterol. Secara rata-rata, kandungan protein dalam beberapa jenis kacang antara lain almond sekitar 7 gram per seperempat cangkir, walnut 4 gram per ons, pecan 2,5 gram per seperempat cangkir, dan kacang tanah sekitar 9,1 gram per seperempat cangkir.
Dengan memilih sumber protein yang berkualitas, manfaat yang diperoleh tidak hanya terbatas pada kebugaran otot, tetapi juga mendukung kesehatan jantung secara optimal. Para ahli menegaskan, kunci utama tetap terletak pada pola makan seimbang dan beragam.
