Sukabumi – Puluhan unit Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jampangtengah–Kiaradua, Kabupaten Sukabumi, terpaksa dibongkar setelah ditemukan kerusakan serius pada pondasi tiang lampu. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, sehingga pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencegah potensi kecelakaan.

PJU yang berada di bawah pengawasan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dibongkar menyusul adanya laporan warga terkait kualitas pembangunan yang dinilai tidak sesuai standar. Sejumlah pondasi dilaporkan keropos dan tidak menggunakan adukan semen secara utuh.

Salah seorang warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Abdilah Asmara (35), mengaku mengetahui pembongkaran tersebut saat pulang mengajar di MI Cijambe, Desa Nangerang, pada Jumat (23/01/2026).

“Waktu pulang ngajar, saya lihat banyak PJU yang sudah dibongkar. Padahal baru dibangun sekitar November 2025. Belum juga dua bulan, sudah bermasalah,” ujarnya, Rabu (28/01/2026).

Ia menyebutkan, sekitar 51 unit PJU dibongkar di sepanjang jalan provinsi, mulai dari kawasan Puslatpur Marinir hingga SPBU Cijambe, Desa Sindangresmi. Saat pembongkaran, kondisi pondasi dinilai sangat memprihatinkan.

“Isinya bukan murni adukan semen. Ada yang hanya tanah, ada juga yang ditutup plat besi. Banyak yang keropos, jadi kami khawatir bisa roboh dan membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pembangunan, sehingga masyarakat tidak mengetahui nilai anggaran maupun pihak pelaksana.

“Katanya proyek Dishub Provinsi Jawa Barat, tapi papan proyeknya tidak terlihat. Soal anggaran juga tidak jelas,” tambahnya.

Pembongkaran dilakukan pada Jumat (23/01/2026), sementara perbaikan dilakukan keesokan harinya dengan pengecoran ulang pondasi. Meski demikian, warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan sesuai standar teknis.

“Kami minta pengawasan benar-benar diperketat. Jangan sampai ada oknum yang bermain dan justru membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Warga juga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek PJU di Jampangtengah dan wilayah lain, mengingat dugaan kasus serupa disebut terjadi di beberapa daerah lain di Jawa Barat.