Ragambahasa.com | Sukabumi — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kembali menggelar Pengajian Qobla Ramadan 1447 Hijriah sebagai tradisi tahunan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Auditorium UMMI, Kota Sukabumi.
Pengajian ini terselenggara atas kerja sama UMMI dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Hadir sebagai pemateri utama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, Dr. Anwar Abbas, M.Ag.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sivitas akademika UMMI serta jajaran persyarikatan Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Para peserta tampak antusias menyimak tausiyah sebagai bekal spiritual menjelang Ramadan.
Rektor UMMI, Dr. Reny Sukmawani, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pengajian Qobla Ramadan merupakan agenda rutin kampus sebagai bentuk rasa syukur dan kegembiraan menyambut bulan penuh berkah.
“Pengajian qobla Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud rasa syukur dan kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap sivitas akademika senantiasa mendapatkan arahan dan bimbingan, khususnya untuk kemajuan kampus kita tercinta,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seiring berkembangnya UMMI, diperlukan kesamaan visi seluruh civitas akademika dalam membesarkan dan mengembangkan kampus, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.
“Kampus kita sudah mulai besar. Oleh karena itu, kita memiliki perencanaan untuk menyiapkan generasi intelektual melalui pengembangan kampus, baik secara sarana maupun prasarana. Menyambut Ramadan 1447 H ini, kami berharap seluruh civitas akademika UMMI satu frekuensi dalam membesarkan dan mengembangkan kampus,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Anwar Abbas, M.Ag., dalam tausiyahnya menekankan bahwa UMMI sudah saatnya melakukan pembenahan dan pengembangan kampus secara lebih serius, terutama dalam menyambut mobilitas mahasiswa dari luar daerah.
“Saya kira sudah waktunya UMMI mengembangkan kampusnya, baik memperbaiki fasilitas yang ada di dalam maupun di luar kampus. Apalagi ke depan, ketika akses Tol Bocimi Seksi III dan IV dibuka, saya yakin mahasiswa yang akan belajar di UMMI tidak hanya berasal dari Sukabumi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya daya saing perguruan tinggi di tengah semakin ketatnya persaingan dunia pendidikan tinggi di Sukabumi.
“Kita harus melihat persaingan antar kampus. UMMI tidak boleh kalah dalam membuka program studi yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, kualitas lulusan juga harus terus ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap UMMI semakin kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anwar Abbas berharap momentum Ramadan dapat dijadikan sebagai penguat nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berilmu.
“Ramadan harus menjadi ajang motivasi kampus dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, serta memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, generasi yang dicetak UMMI adalah kader-kader berkarakter,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, UMMI berharap seluruh sivitas akademika semakin siap secara spiritual dan intelektual dalam menyambut Ramadan, sekaligus termotivasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan kampus dan masyarakat.
