RAGAM BAHASA-Seorang penulis sekaligus seksolog asal Brasil, Ilana Eleá, mengungkapkan keputusan besar dalam pernikahannya. Pada peringatan 10 tahun pernikahan, ia mengajak suaminya untuk meninggalkan pola hubungan monogami dan mencoba konsep hubungan terbuka.
Eleá, yang kini tinggal di Swedia dan memiliki latar pendidikan terapi seks, menyebut keputusan itu lahir dari proses refleksi panjang. Ia menilai hubungan terbuka bukan sesuatu yang romantis atau mudah. Bahkan, menurut pengalamannya, sepertiga pasangan yang membuka hubungan justru berakhir berpisah.
Hubungan terbuka yang dijalani Eleá termasuk dalam konsep non-monogami konsensual, yaitu bentuk relasi di mana semua pihak yang terlibat mengetahui dan menyetujui adanya lebih dari satu pasangan. Konsep ini berbeda dengan perselingkuhan karena dibangun di atas kesepakatan dan keterbukaan.
Eleá menekankan bahwa hubungan terbuka tidak sama dengan poliamori. Dalam hubungan terbuka, keterlibatan biasanya bersifat seksual tanpa ikatan romantis. Sementara poliamori memungkinkan seseorang memiliki hubungan cinta dengan lebih dari satu orang.
Menurut Eleá, kegagalan hubungan terbuka sering terjadi karena kurangnya komunikasi dan kejujuran. Ia menyarankan pasangan yang ingin mencoba konsep ini untuk melakukan refleksi diri terlebih dahulu: memahami kebutuhan emosional, batasan pribadi, serta kesiapan mental.
Ia juga mengingatkan bahwa membuka hubungan bukan solusi instan untuk memperbaiki hubungan yang sudah bermasalah. “Hubungan terbuka bukan terapi. Jika relasi sudah retak, konsep ini justru bisa mempercepat perpisahan,” ujarnya.
Keputusan Eleá menuai reaksi beragam di publik. Selain dukungan, ia juga menerima banyak komentar negatif. Namun, ia menilai stigma terhadap hubungan non-monogami masih kuat karena budaya dan norma sosial yang menganggap monogami sebagai satu-satunya bentuk cinta yang benar.
Meski menuai kontroversi, Eleá mengaku lebih jujur pada dirinya sendiri. Baginya, keterbukaan dalam hubungan bukan sekadar soal kebebasan seksual, tetapi tentang membangun relasi yang disepakati bersama, dengan komunikasi, empati, dan tanggung jawab.
(REKSA)
