RAGAM BAHASA– Hari Pers Nasional (HPN) 2026 diperingati pada Senin (9/2/2026) dengan Banten sebagai tuan rumah. Puncak peringatan digelar di Lapangan Masjid KP3B, Kota Serang, setelah rangkaian kegiatan berlangsung sejak 6 hingga 9 Februari 2026.

Tahun ini, HPN mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang menekankan pentingnya ekosistem pers yang profesional dan berkelanjutan sebagai fondasi demokrasi dan penguatan ekonomi nasional.

Sejarah Hari Pers Nasional

Penetapan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional berkaitan dengan berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946. Penetapan resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, berdasarkan rekomendasi Sidang Dewan Pers ke-21 di Bandung pada 1981.

Gagasan penetapan hari pers sebelumnya muncul dalam Kongres ke-16 PWI di Padang pada 4 Desember 1978. Meski demikian, sejumlah kalangan pers menilai terdapat momentum sejarah lain yang juga layak dijadikan rujukan, seperti berdirinya Medan Prijaji pada 1 Januari 1907 atau kiprah pelopor pers nasional Tirto Adhi Soerjo.

Maskot dan Rangkaian Acara

HPN 2026 menghadirkan maskot bernama Si Juhan (Si Jurnalis Handal) yang digambarkan sebagai Badak Jawa, satwa endemik Banten yang melambangkan ketangguhan dan keteguhan insan pers.

Sejumlah kegiatan turut memeriahkan peringatan ini, termasuk jalan sehat dan konvensi nasional media massa yang digelar di Aston Serang Hotel, Minggu (8/2/2026).

Deklarasi Pers Nasional 2026: Soroti AI

Dalam Konvensi Nasional Media Massa bertema “Pers, Akal Imitasi (AI), dan Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”, Komunitas Pers Indonesia membacakan

Deklarasi Pers Nasional 2026.

Deklarasi bertema “Pers Merdeka, Media Berkelanjutan, dan Demokrasi Terjaga” itu memuat delapan poin penting, di antaranya:

Penegasan komitmen pers untuk bekerja profesional dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Perlindungan terhadap kerja jurnalistik dan keselamatan insan pers.
Desakan kepada platform digital dan perusahaan teknologi, termasuk platform berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk memberikan kompensasi yang adil atas penggunaan karya jurnalistik.

Kewajiban platform AI mencantumkan sumber media secara jelas dan dapat ditelusuri dalam setiap output yang memanfaatkan konten jurnalistik.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menegaskan pentingnya tanggung jawab platform digital terhadap keberlanjutan industri media.

“Platform AI juga harus mencantumkan sumber media yang dapat ditelusuri dalam setiap output berbagai karya jurnalistik,” ujarnya dalam konvensi tersebut.

Tantangan dan Harapan

Peringatan HPN 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pers di tengah tantangan disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan. Pers diharapkan tetap independen, profesional, serta mampu menjaga kualitas informasi di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks.

Dengan semangat tema tahun ini, insan pers diharapkan tidak hanya menjaga kesehatan industri media, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekonomi nasional dan demokrasi Indonesia.

(NAUVAL)