Sukabumi – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menanggapi keluhan warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, terkait kondisi jalan rusak parah. Aksi protes siswa SD yang viral melalui poster bertuliskan “Lebih Butuh Jalan daripada Makan Bergizi Gratis (MBG)” menjadi sorotan publik.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyatakan komitmennya untuk merealisasikan perbaikan jalan yang menjadi urat nadi pendidikan dan ekonomi warga pada tahun anggaran ini. Uus menjelaskan bahwa jalan yang dikeluhkan warga merupakan bagian dari Ruas Jalan Bagbagan-Mekarasih sepanjang 23,8 kilometer, sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati.
“Ruas jalan tersebut berdasarkan SK Bupati memiliki panjang 23,8 kilometer. Adapun titik kerusakan yang viral dan akan kita tangani berada di Station (Sta) 13.800 sampai dengan Station 14.200,” jelas Uus pada Selasa, 10 Februari 2026.
Fokus Penanganan Kerusakan
Fokus penanganan akan dilakukan pada segmen kerusakan sepanjang 400 meter. Area ini memerlukan penanganan khusus karena kondisi tanah yang labil dan berada di tebing. Dinas PU akan memasang bronjong di sisi kiri jalan sebagai bangunan pelengkap. Sementara di sisi kanan, akan dibangun pasangan batu TPT (Tembok Penahan Tanah) dan selokan tembok untuk drainase.
“Untuk sistem drainase, kita akan memasang plat beton sebanyak 2 unit. Untuk badan jalan, kita akan memasang konstruksi lengkap, mulai dari pondasi bawah, pondasi atas, hingga lapis permukaan yang kedap air,” imbuh Uus.
Anggaran dan Usulan Perbaikan
Uus menyebutkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan titik Sta 13.800-14.200 mencapai sekitar Rp 700 juta. Usulan perbaikan jalan ini sebenarnya sudah diajukan sejak lama. “Perkiraan biaya untuk segmen tersebut mencapai kurang lebih Rp 700 juta. Sebenarnya usulan sudah masuk sejak tahun 2023, hanya karena kondisi anggaran terbatas, jadi belum bisa ditangani saat itu,” pungkasnya.
Kondisi Jalan Rusak dan Protes Warga
Sebelumnya, foto siswa SDN Sukamukti yang memegang poster kritik sosial viral di media sosial. Mereka membentangkan kardus bertuliskan “Kami Lebih Butuh Perbaikan Jalan Daripada MBG!” Poster protes itu bahkan ditancapkan di batang pohon jati di pinggir jalan yang rusak parah. Kerusakan jalan akibat longsor melumpuhkan aktivitas warga, membuat petani setempat, Rahmat (39), harus berjalan kaki sejauh satu kilometer sambil memikul karung gabah seberat 50 kilogram karena motor tidak bisa melintas.
Respons cepat dari Dinas PU diharapkan dapat memberikan solusi bagi warga dan mendorong perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan.
