RAGAM BAHASA– Duel ekshibisi dua legenda tinju dunia, Mike Tyson dan Floyd Mayweather Jr., akhirnya resmi dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026. Pertarungan bertajuk laga eksibisi ini disebut-sebut akan digelar di Kongo dan diprediksi menjadi salah satu tontonan paling menyita perhatian tahun ini.
Rencana pertarungan Tyson vs Mayweather sebenarnya sudah mencuat sejak tahun lalu. Namun, sempat tidak terdengar kelanjutannya hingga akhirnya kabar terbaru memastikan duel tersebut benar-benar akan terlaksana.

Mayweather, yang pensiun dari tinju profesional pada 2017 dengan rekor sempurna 50-0, masih aktif menjalani sejumlah laga eksibisi. Statusnya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa membuat setiap penampilannya tetap memiliki daya tarik komersial yang tinggi.

Di sisi lain, Tyson sudah pensiun sejak 2005 setelah performanya menurun di akhir karier profesionalnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, “Si Leher Beton” menunjukkan transformasi fisik yang mengesankan. Ia sempat kembali naik ring dalam laga eksibisi melawan Roy Jones Jr. pada 2020 yang mendapat respons positif dari publik.

Tyson bahkan sempat kembali ke pertarungan profesional saat menghadapi Jake Paul. Meski harus mengakui keunggulan lawannya lewat keputusan angka di usia 58 tahun, penampilan Tyson tetap menuai apresiasi karena keberaniannya kembali bertarung di usia yang tak lagi muda.

Pertarungan melawan Mayweather dipastikan akan menyedot perhatian penggemar tinju global. Meski hanya berstatus eksibisi, gengsi dua nama besar tersebut menjadikan duel ini lebih dari sekadar pertarungan hiburan.

Jika benar digelar di Kongo, laga ini juga berpotensi menjadi momen bersejarah bagi perkembangan olahraga tinju di Afrika. Publik kini menanti detail resmi terkait format pertandingan, jumlah ronde, hingga aturan khusus yang akan diterapkan dalam duel dua ikon tersebut.

Dengan nama besar dan sejarah panjang keduanya, Tyson vs Mayweather bukan sekadar laga nostalgia, melainkan pertarungan dua legenda yang siap kembali membuktikan magnet mereka di atas ring.

(NAUVAL)