RAGAM BAHASA— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan banjir di Kabupaten Grobogan terus dipercepat menyusul masih adanya empat desa yang hingga kini tergenang air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan secara umum kondisi banjir mulai berangsur surut dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Dari total 50 desa terdampak, saat ini tersisa empat desa yang masih tergenang dengan ketinggian air bervariasi. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten untuk mempercepat penyedotan dan normalisasi aliran air,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat.

Menurutnya, tidak ada warga yang mengungsi karena sebagian besar memilih bertahan di rumah masing-masing. Meski begitu, pemerintah tetap menyalurkan bantuan logistik untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Distribusi bantuan berupa bahan makanan pokok, air bersih, serta perlengkapan kebersihan sudah dilakukan sejak awal banjir. Kami juga menyiagakan pompa air tambahan di titik-titik genangan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan perbaikan tanggul jebol menjadi prioritas utama agar banjir tidak kembali meluas apabila hujan deras turun. Kerusakan tanggul sebelumnya sempat menyebabkan ruas Jalan Raya Semarang–Godong terputus dan menghambat aktivitas warga.

“Kami telah berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum untuk mempercepat perbaikan tanggul. Targetnya dalam waktu dekat akses jalan bisa sepenuhnya normal dan risiko banjir susulan dapat ditekan,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan pengajuan bantuan tambahan dari pemerintah pusat guna mendukung percepatan pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat terdampak.

BPBD Jawa Tengah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

(FIKRI)