RAGAM BAHASA– Film Sinners karya sutradara Ryan Coogler mencatat sejarah baru di ajang British Academy of Film and Television Arts Film Awards 2026 dengan meraih tiga penghargaan dari total 13 nominasi. Capaian ini menjadikannya sebagai film garapan sutradara kulit hitam dengan raihan terbanyak dalam sejarah penghargaan film Inggris tersebut.

Dalam malam puncak BAFTA ke-79 di London, film tersebut memenangkan kategori Skenario Orisinal Terbaik, Musik Orisinal Terbaik, serta Aktris Pendukung Terbaik untuk Wunmi Mosaku.

Pengamat film dari Universitas Indonesia, Budi Santoso, menilai kemenangan “Sinners” bukan sekadar prestasi artistik, tetapi juga simbol perubahan dalam lanskap perfilman global.

“Ini momentum penting bagi industri film dunia. Pengakuan terhadap karya sutradara kulit hitam di panggung sebesar BAFTA menunjukkan bahwa standar apresiasi kini semakin inklusif dan beragam,” kata Budi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, keberhasilan Coogler memperkuat jejak yang sebelumnya dibuka oleh Steve McQueen lewat film 12 Years a Slave, yang pada 2014 meraih dua penghargaan BAFTA, termasuk Film Terbaik.

Sementara itu, kritikus film independen Ratna Paramita menilai kekuatan “Sinners” terletak pada keberaniannya memadukan genre drama kriminal dengan elemen horor dan simbolisme budaya.

“Film ini bukan hanya soal vampir atau konflik keluarga, tetapi tentang identitas, trauma sejarah, dan akar budaya. Itu yang membuatnya kuat secara naratif maupun emosional,” ujarnya.

“Sinners” mengisahkan Smoke dan Stack—keduanya diperankan oleh Michael B. Jordan—saudara kembar asal Mississippi yang kembali ke kampung halaman setelah lama berkecimpung di dunia kriminal Chicago. Upaya mereka membuka klub malam bersama sepupu dan rekan lama justru membawa mereka pada konflik supranatural yang sarat makna simbolik.

Kemenangan Mosaku sebagai aktris pendukung terbaik juga menuai pujian. Ratna menilai karakter Annie yang diperankannya menjadi “jangkar emosional” dalam film tersebut. “Perannya memberi dimensi spiritual dan historis yang memperkaya keseluruhan cerita,” katanya.

Dengan capaian ini, “Sinners” diprediksi akan semakin diperhitungkan dalam musim penghargaan film internasional tahun ini, sekaligus mempertegas posisi Coogler sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di generasinya.

(FIKRI)