RAGAM BAHASA– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret atau H-2 Idul Fitri. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai kepadatan, termasuk penerapan kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA).
Menurut Dudy, kebijakan WFA diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi pada satu hari tertentu. Skema ini akan diberlakukan pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026, sehingga masyarakat memiliki keleluasaan menentukan waktu perjalanan.
Selain itu, pemerintah juga menyempurnakan pola pengamanan dan pelayanan mudik yang sebelumnya dinilai berjalan lancar. Salah satu langkah konkret adalah pemberian stimulus berupa diskon tiket transportasi di berbagai moda.
Pada sektor penerbangan, tiket kelas ekonomi rute domestik mendapat potongan harga sekitar 17–18 persen untuk periode 14–29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang. Sementara itu, angkutan laut memberikan diskon jasa kepelabuhanan hingga 100 persen pada 12–31 Maret 2026, serta potongan 30 persen untuk tarif kapal penumpang pada 11 Maret–5 April 2026.
Moda kereta api juga menawarkan diskon 30 persen pada 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Tak hanya itu, program Mudik Gratis dari Kementerian Perhubungan menyiapkan 401 bus menuju 34 kota di sembilan provinsi.
Secara keseluruhan, pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya, pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena realisasi kerap melampaui hasil survei.
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan mobil pribadi masih menjadi moda favorit dengan proyeksi 76,24 juta pengguna. Sepeda motor diperkirakan digunakan 24,08 juta orang, sedangkan bus sekitar 23,34 juta penumpang.
Untuk rute perjalanan, pengguna mobil diprediksi paling banyak melintasi jalan tol, sementara pemudik sepeda motor cenderung memilih jalur alternatif. Dari sisi asal perjalanan, Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah pemudik terbesar, disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Adapun tujuan utama arus mudik diproyeksikan mengarah ke Jawa Tengah, diikuti Jawa Timur dan Jawa Barat. Pemerintah memastikan koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat guna menjaga kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.
(REKSA)
