RAGAM BAHASA– Popularitas drama pendek asal China yang ramai beredar di media sosial kini tengah berada di puncaknya. Format berdurasi singkat dengan alur cepat membuat tayangan ini digemari berbagai kalangan, terutama generasi muda. Namun, di balik kesuksesan tersebut, muncul kabar tak sedap terkait dugaan pelecehan yang dialami sejumlah aktris saat proses syuting berlangsung.
Belakangan, beredar sebuah video yang memperlihatkan dugaan kontak fisik tidak pantas antara seorang aktor dan aktris di lokasi syuting. Dalam potongan video itu, sang aktor terlihat menyentuh area sensitif lawan mainnya, yang diduga dilakukan secara sengaja. Insiden tersebut memicu perbincangan luas di media sosial dan menyoroti keamanan kerja para pemain.
Sejumlah laporan media China menyebut kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Beberapa nama besar seperti Zhao Liying dan Liu Yifei bahkan dikabarkan pernah mengalami pengalaman tidak nyaman saat menjalani proses produksi, meski detailnya tidak selalu dipublikasikan secara luas.
Pesatnya pertumbuhan industri drama pendek disebut menjadi salah satu faktor yang memicu lemahnya pengawasan di lokasi syuting. Produksi yang berlangsung cepat, dengan kru yang sering kali dibentuk dan dibubarkan dalam waktu singkat, membuat standar keamanan kerja dinilai belum maksimal.
Seorang aktris yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tekanan untuk menyelesaikan produksi tepat waktu sangat besar. “Siapa pun yang menunda syuting dianggap menghambat pekerjaan. Aktor dan aktris juga tidak diberi ruang untuk mengeluh atau menunjukkan ketidaknyamanan,” ujarnya seperti dikutip media lokal.
Menurut laporan portal hiburan China, pasar drama pendek mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilai industrinya disebut mencapai ratusan triliun rupiah, dengan pendapatan fantastis bagi para pelaku industri. Angka tersebut menunjukkan bahwa drama pendek bukan lagi sekadar konten hiburan ringan, melainkan telah menjadi sektor bisnis besar.
Meski demikian, sorotan kini tertuju pada pentingnya perlindungan bagi para pekerja seni, khususnya perempuan. Pengamat industri menilai perlu adanya regulasi lebih ketat, mekanisme pelaporan yang aman, serta pengawasan independen di setiap produksi guna memastikan lingkungan kerja yang profesional dan bebas dari pelecehan.
Popularitas dan keuntungan besar seharusnya berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan bermartabat bagi seluruh pelaku industri hiburan.
(NAUVAL)
