RAGAM BAHASA-Getaran gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 yang terjadi pada Minggu (15/3/2026) dini hari di wilayah Kabupaten Sukabumi menyebabkan sejumlah bangunan milik warga mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat hingga Minggu sore, dampak kerusakan dilaporkan berasal dari dua kecamatan, yakni Sukalarang dan Simpenan.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa sebagian bangunan yang rusak dipicu oleh kondisi rumah yang memang sudah tua dan rapuh sehingga tidak mampu menahan getaran.

Di Kecamatan Sukalarang, satu rumah milik warga di Kampung Marga Jaya, Desa Sukamaju mengalami kerusakan pada bagian dinding depan yang ambruk, sementara beberapa sisi lainnya terlihat retak akibat guncangan gempa.

Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total delapan orang penghuni. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, kerusakan lebih parah terjadi di Kecamatan Simpenan. Sebuah bangunan dapur milik warga di Kampung Babakan Asem, Desa Loji, dilaporkan runtuh setelah diguncang gempa. Struktur bangunan berukuran sekitar 6×4 meter itu roboh seluruhnya dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Akibat peristiwa tersebut, satu keluarga beranggotakan lima orang harus meninggalkan rumahnya dan sementara waktu mengungsi ke kediaman kerabat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan telah melakukan pendataan dan peninjauan lokasi terdampak. Sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak antara lain bantuan pangan, terpal darurat, serta material bangunan untuk perbaikan rumah.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi rumah yang sudah tua atau tidak layak huni, terutama setelah terjadi gempa, guna menghindari risiko kerusakan yang lebih besar.

(EGOL)