RAGAM BAHASA– Seorang siswa dari SMAN 5 Bandung dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan dalam bentrokan antarpelajar di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) malam, tak lama setelah korban menghadiri acara buka puasa bersama.

Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini sempat menghebohkan warga setelah rekaman video amatir dari lokasi kejadian beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pemuda berkumpul di sekitar sebuah sepeda motor yang terjatuh tidak jauh dari posisi tubuh korban yang sudah tidak berdaya.

Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erikson, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa penanganan kasus saat ini telah dilimpahkan ke Polrestabes Bandung untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Penanganan di Polrestabes,” ujar Riki saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, dugaan awal mengarah pada perselisihan antara pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung yang berujung aksi penganiayaan.

Warga sekitar yang berada di lokasi kejadian mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi awal bentrokan tersebut. Saat warga datang ke lokasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Sudah tergeletak, sudah meninggal dunia,” kata Adi (40), salah seorang warga setempat.

Adi menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama rombongannya diketahui baru pulang dari acara buka puasa bersama. Mereka melintas secara berkelompok menggunakan puluhan sepeda motor dari arah kawasan Ciumbuleuit menuju Jalan Cihampelas.

Diduga, rombongan tersebut kemudian bertemu dengan kelompok pelajar lain sehingga memicu konflik yang berujung bentrokan.

“Katanya habis bukber, anak-anak SMA 5 itu banyak motor dari arah Ciumbuleuit turun ke sini. Katanya ada anak-anak SMA 2 juga di sini. Tiba-tiba sudah terjadi kejadian itu,” ujarnya.

Usai menerima laporan warga, tim Prabu Lodaya Presisi dari Polrestabes Bandung langsung mendatangi lokasi kejadian, disusul tim Inafis Satreskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti bentrokan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

(NAUVAL)