RAGAM BAHASA-Gitar legendaris David Gilmour, yakni Fender Stratocaster hitam yang dikenal dengan julukan “Black Strat”, resmi mencetak sejarah sebagai gitar termahal yang pernah terjual di pelelangan. Instrumen ikonik milik gitaris Pink Floyd tersebut laku dengan harga fantastis mencapai USD 14,55 juta atau setara Rp225,5 miliar.
Pelelangan gitar tersebut menarik perhatian kolektor musik dunia, mengingat “Black Strat” digunakan Gilmour dalam berbagai karya monumental, termasuk album legendaris The Dark Side of the Moon dan Wish You Were Here.
Seorang pengamat musik dari Institut Seni Musik Indonesia, Raka Pratama, menilai nilai historis menjadi faktor utama melonjaknya harga gitar tersebut. “Ini bukan sekadar alat musik, tetapi bagian dari sejarah musik dunia. Gitar ini merekam jejak kreativitas Gilmour dalam menciptakan suara khas yang mendefinisikan era rock progresif,” ujarnya.
Sementara itu, kolektor alat musik vintage, Andi Wirawan, mengatakan harga fantastis tersebut mencerminkan tingginya minat pasar terhadap memorabilia musisi kelas dunia. “Barang yang memiliki keterkaitan langsung dengan musisi besar seperti David Gilmour tentu memiliki nilai emosional dan investasi yang sangat tinggi,” katanya.
Di sisi lain, praktisi lelang internasional, Sinta Maharani, menambahkan bahwa tren kenaikan harga barang koleksi musik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. “Instrumen milik musisi legendaris kini dianggap sebagai aset berharga, bahkan bisa melampaui karya seni rupa dalam hal nilai jual,” jelasnya.
Penjualan “Black Strat” ini sekaligus menegaskan posisi David Gilmour sebagai salah satu ikon musik dunia yang pengaruhnya tetap kuat hingga saat ini, tidak hanya melalui karya, tetapi juga melalui warisan benda bersejarah yang ia tinggalkan.
(FIKRI)
