RAGAM BAHASA-Pergerakan kendaraan keluar wilayah Jabodetabek mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Lebaran 2026. Data terbaru dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat adanya kenaikan volume lalu lintas pada H-5 Lebaran, tepatnya Senin (16/3).
Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek melalui sejumlah gerbang tol utama mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Arah Merak dan kawasan Puncak Bogor menjadi dua tujuan yang cukup padat, terutama melalui Gerbang Tol Cikupa dan Ciawi 1.
Secara total, kendaraan yang melintas di dua gerbang tersebut mencapai lebih dari 83 ribu unit, atau meningkat hampir 8 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan ini menunjukkan bahwa gelombang awal arus mudik sudah mulai bergerak.
Jika dirinci, arus kendaraan di GT Cikupa tercatat lebih dari 48 ribu unit, mengalami kenaikan tipis sekitar 3 persen. Sementara itu, lonjakan lebih besar terjadi di GT Ciawi 1 dengan lebih dari 35 ribu kendaraan, atau naik lebih dari 14 persen dari kondisi normal.
Di wilayah Jawa Barat, pergerakan kendaraan menuju Bandung dan sekitarnya juga mengalami kenaikan, meskipun belum terlalu signifikan. Total kendaraan yang melintas menuju kawasan tersebut tercatat sekitar 70 ribu unit, meningkat hampir 10 persen.
Untuk arus sebaliknya, yakni kendaraan dari Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta, juga mengalami peningkatan meski relatif lebih landai, yakni sekitar 6 persen dengan total lebih dari 60 ribu kendaraan.
Kondisi serupa terlihat di Gerbang Tol Cileunyi dan Pasteur. Arus menuju wilayah timur Bandung seperti Rancaekek dan Garut melalui GT Cileunyi mengalami kenaikan cukup tinggi, lebih dari 13 persen. Sementara arus balik menuju Jakarta melalui gerbang yang sama juga meningkat sekitar 9 persen.
Di sisi lain, GT Pasteur yang menjadi akses utama ke Kota Bandung mencatat peningkatan kendaraan masuk sekitar 5 persen, sedangkan kendaraan yang keluar menuju Jakarta naik lebih dari 3 persen.
Melihat tren tersebut, Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran, atau Rabu (18/3/2026).
Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak guna menghindari kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi.
Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa mobilitas masyarakat menjelang Lebaran terus bergerak naik, seiring dimulainya periode libur panjang dan tradisi mudik tahunan.
(EGOL)
