Sukabumi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi merespon cepat dugaan kasus bunuh diri seorang penjaga sekolah berinisial DRM yang terjadi di SDN Sentral, Kecamatan Warungkiara, pada Rabu. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Disdik karena berkaitan dengan lingkungan satuan pendidikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Disdik Kabupaten Sukabumi langsung melakukan koordinasi dan penelusuran awal guna memastikan kronologi serta kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa pihaknya akan menangani persoalan tersebut secara serius dan profesional dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian serta menunggu hasil pemeriksaan yang objektif.

“Kami merespon cepat kejadian ini dengan melakukan koordinasi bersama pihak terkait serta menurunkan tim untuk melakukan penelusuran awal. Kami ingin memastikan informasi yang berkembang benar-benar berdasarkan fakta di lapangan,” ujarnya.

Menurut Deden, Disdik juga akan berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta pihak terkait lainnya apabila ditemukan dugaan pelanggaran yang melibatkan aparatur sipil negara.

Ia menegaskan bahwa apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun kode etik oleh oknum tenaga pendidik, maka langkah pembinaan hingga penegakan aturan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang sehat dan beretika. Jika nantinya terbukti ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Disdik Kabupaten Sukabumi juga mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil penelusuran resmi serta tidak berspekulasi terhadap kasus yang masih dalam proses klarifikasi.

Sementara itu, kasus tersebut turut menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk organisasi mahasiswa dan masyarakat yang meminta adanya penanganan secara transparan. Disdik memastikan akan bersikap terbuka dalam proses penanganan serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Deden menambahkan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai empati bagi seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul akan ditangani secara serius demi menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.