RAGAM BAHASA-Sinematografer Autumn Durald Arkapaw mencatat sejarah dengan memenangkan kategori Best Cinematography dalam ajang Academy Awards ke-98 lewat film Sinners. Ia menjadi perempuan pertama yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Kemenangan ini menandai tonggak penting dalam industri perfilman, khususnya bagi para perempuan di bidang sinematografi yang selama ini didominasi laki-laki. Visual kuat yang ditampilkan Arkapaw dalam Sinners dinilai berhasil menghidupkan atmosfer gotik di Mississippi era segregasi rasial dengan pendekatan artistik yang mendalam.
Pengamat film dari Universitas Indonesia, Aditya Pranata, menilai kemenangan Arkapaw sebagai momen bersejarah. “Ini bukan hanya soal penghargaan individu, tetapi juga representasi dan pembuktian bahwa perempuan mampu berada di puncak bidang teknis perfilman,” ujarnya.
Sementara itu, kritikus film senior, Lila Handayani, menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari konsistensi dan keberanian Arkapaw dalam bereksperimen secara visual. “Ia berhasil menggabungkan estetika, sejarah, dan emosi dalam satu bingkai sinema yang kuat,” katanya.
Dari sisi industri, produser film independen Rudi Hartono melihat kemenangan ini akan membuka peluang lebih luas bagi sineas perempuan. “Ke depan, kita bisa berharap lebih banyak perempuan dipercaya menangani aspek teknis penting seperti sinematografi,” jelasnya.
Film Sinners sendiri disutradarai oleh Ryan Coogler dan mendapat pujian luas berkat pendekatan visual serta narasi yang mengangkat tema identitas, sejarah, dan budaya kulit hitam di Amerika Serikat.
Keberhasilan Arkapaw di Oscar tahun ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi baru sineas untuk terus berkarya dan menembus batasan dalam industri perfilman global.
(FIKRI)
