RAGAM BAHASA– Rencana pembangunan Jalan Tol Bucirang yang menghubungkan Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang mulai menemui titik terang. Proyek yang merupakan kelanjutan dari Tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi) ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting di Jawa Barat.
Berdasarkan pemetaan yang mengacu pada data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), trase Tol Bucirang akan dimulai dari wilayah Sukabumi, tepatnya tersambung dari exit Tol Sukabumi Barat di kawasan Cibolang Kaler, Cisaat.
Dari titik tersebut, jalur tol bergerak ke arah timur melintasi sisi utara Kota Sukabumi. Exit tol pertama direncanakan berada di kawasan Sukaraja, sekitar 800 meter di utara Bundaran Sukaraja.
Selanjutnya, jalan tol akan menyeberangi jalur nasional Sukabumi–Cianjur di sekitar kawasan Lembur Kuring, sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kabupaten Cianjur.
Memasuki Cianjur, exit tol berikutnya direncanakan berada di Warungkondang, dekat Sekolah Tunas Harapan Bangsa. Tak jauh dari lokasi tersebut, akan dibangun simpang susun yang menghubungkan tol ini dengan rencana jalur menuju Puncak dan Bogor.
Trase kemudian berlanjut ke arah timur menuju Karangtengah dengan exit tol yang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari Tugu Pramuka Cianjur. Setelah itu, jalur bergerak ke Ciranjang dengan posisi tol berada di sisi timur stasiun kereta api setempat.
Perjalanan dilanjutkan menuju wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Exit tol terakhir direncanakan berada sekitar 3,3 kilometer dari Kantor Pos Rajamandala sebelum tersambung ke Padalarang dan jaringan Tol Purbaleunyi.
Pemerintah menetapkan proyek Tol Ciawi–Sukabumi–Ciranjang–Padalarang sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini memiliki panjang total sekitar 56,6 kilometer yang terbagi dalam dua seksi, yakni Seksi Sukabumi–Ciranjang sepanjang 28,8 kilometer dan Seksi Ciranjang–Padalarang sepanjang 27,8 kilometer.
Pembangunan tol ini dijadwalkan dimulai pada 2025 dan ditargetkan rampung pada 2029, dengan catatan seluruh ruas Tol Bocimi telah beroperasi penuh.
Kehadiran Tol Bucirang diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah, mengurangi kemacetan di jalur arteri Sukabumi–Cianjur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Jawa Barat.
(ARDI)
