Sukabumi – Persoalan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sukabumi masih menjadi tantangan serius yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, ribuan ruang kelas di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan berbagai kategori, mulai dari ringan hingga berat.
Data Disdik Kabupaten Sukabumi mencatat, kondisi kerusakan paling banyak terjadi di jenjang SD. Sebanyak 2.517 ruang kelas mengalami rusak ringan, 2.969 rusak sedang, dan 952 ruang kelas masuk kategori rusak berat. Sementara ruang kelas yang masih dalam kondisi baik tercatat sebanyak 1.977 ruangan.
Adapun pada jenjang SMP, terdapat 913 ruang kelas rusak ringan, 933 rusak sedang, serta 162 ruang kelas rusak berat. Sedangkan jumlah ruang kelas yang masih layak digunakan sebanyak 1.228 ruangan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan dan penilaian terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan prioritas.
“Saat ini kami sudah melakukan proses peringkat terhadap sekolah-sekolah yang harus mendapatkan bantuan, baik rehabilitasi maupun pembangunan ulang. Semua sudah dipetakan sesuai tingkat kebutuhannya,” ujar Deden, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, upaya perbaikan sarana pendidikan akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta program revitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan sangat dipengaruhi oleh kemampuan keuangan daerah dalam mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur pendidikan.
“Selanjutnya tinggal menyesuaikan dengan kemampuan anggaran untuk proses pembangunan kembali, baik untuk ruang kelas rusak berat maupun rehabilitasi lainnya. Yang pasti seluruh data sudah tercatat dan menjadi prioritas penanganan kami,” pungkasnya.
