Sukabumi – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar, Sabtu (2/5/2026), dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus berjalan beriringan dengan terciptanya suasana belajar yang kondusif dan melindungi siswa dari berbagai bentuk kekerasan maupun tekanan psikologis.

“Sekolah bukan hanya tempat meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak,” ujar Deden.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sekolah Aman dan Nyaman. Satgas tersebut merupakan penguatan dari satgas pencegahan dan penanggulangan kekerasan yang sebelumnya sudah berjalan di lingkungan sekolah.

“Sekarang kita bentuk satgas aman dan nyaman di sekolah sebagai penguatan dari satgas sebelumnya,” katanya.

Menurut Deden, konsep sekolah aman tidak hanya berkaitan dengan keamanan fisik, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap kondisi mental dan psikologis siswa. Karena itu, pencegahan perundungan atau bullying menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut.

“Bullying menjadi salah satu yang kita koordinasikan. Jadi bukan hanya fisik, tetapi juga psikis,” jelasnya.

Selain aspek perlindungan siswa, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan aman.

“Bangunan dan ruang kelas juga tidak terpisahkan dalam menciptakan sekolah yang aman,” tuturnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menilai, kenyamanan dan rasa aman di lingkungan sekolah akan memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar maupun peningkatan prestasi peserta didik.

“Sehingga program penguatan lingkungan sekolah menjadi salah satu prioritas ke depan,” pungkasnya.