SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh insan pendidikan menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu dimaknai sebagai pengingat pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.

Menurut Herdiawan, Pancasila merupakan jiwa bangsa sekaligus landasan dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, dan persatuan perlu ditanamkan melalui berbagai kegiatan pendidikan.

Salah satu upaya yang didorong Disdik Kabupaten Sukabumi adalah penguatan literasi digital berbasis karakter. Herdiawan menjelaskan, literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga perlu diiringi pembentukan moral, penguatan jati diri, serta pemahaman terhadap kearifan lokal.

Selain itu, sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang inklusif dan adil, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Lingkungan pendidikan yang positif juga diharapkan mampu membentuk pelajar agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun perbedaan yang berkembang di masyarakat.

Herdiawan menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan di dalam kelas. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui perilaku nyata yang dicontohkan dan diterapkan oleh guru, siswa, serta masyarakat.

“Menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mengajak guru, siswa, dan masyarakat untuk mengamalkan Pancasila, bukan hanya menghafal. Jika Pancasila hidup dalam diri, generasi akan kuat dan harmonis,” ujarnya.

Penguatan karakter juga dilakukan melalui pendidikan agama dan budi pekerti. Menurut Herdiawan, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang memiliki karakter kuat dan budi pekerti yang baik.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses pendidikan secara menyeluruh.

“Tidak hanya mengejar angka akademik, tapi menanamkan budi pekerti pancasilais sejak dini dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tandasnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Disdik Kabupaten Sukabumi berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi bagian dari peringatan setiap 1 Oktober, tetapi juga tumbuh menjadi karakter pelajar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.