RAGAM BAHASA – Seekor lumba-lumba ditemukan dalam kondisi sudah mati di pesisir Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/10/2026) sore.
Mamalia laut tersebut ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Geopark Ciletuh. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim lifeguard Balawista Geopark Ciletuh bersama warga setempat.
Korwil Balawista Geopark Ciletuh Wilayah Ciemas, Mohammad Piat Supriatna, membenarkan adanya penemuan tersebut. Berdasarkan pengukuran, lumba-lumba itu memiliki panjang sekitar 1,48 meter dengan diameter tubuh mencapai 64 sentimeter.
Proses evakuasi dilakukan pada hari yang sama. Tim bersama warga mengangkat bangkai mamalia laut tersebut dari kawasan pantai untuk selanjutnya dikuburkan.
“Ditemukannya Kamis sore sekitar pukul 17.30 WIB. Ukurannya panjang 1,48 meter dengan diameter 64 sentimeter,” ujar Piat.
Penguburan selesai sekitar pukul 19.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya bau tidak sedap serta mengantisipasi potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Piat menyebutkan, kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada Satuan Polairud Polres Sukabumi serta dinas terkait.
Diduga Mengejar Ikan Kecil
Mengenai penyebab lumba-lumba tersebut terdampar, Piat menduga hal itu berkaitan dengan banyaknya ikan-ikan kecil di perairan selatan Sukabumi, termasuk di sekitar kawasan Geopark Ciletuh.
Menurutnya, ikan deles dan lisong yang saat ini cukup melimpah diduga menjadi salah satu sumber makanan yang dikejar oleh lumba-lumba tersebut hingga mendekati kawasan pesisir.
“Lumba-lumba biasanya bergerombol. Kami menduga yang satu ini mengejar ikan kecil untuk mencari makan, kemudian kemungkinan terpisah dari kelompoknya,” jelas Piat.
Ia menambahkan, penanganan terhadap satwa laut yang terdampar dilakukan sesegera mungkin bersama masyarakat untuk menjaga kondisi kawasan pesisir tetap aman dan bersih.
Temuan lumba-lumba ini menjadi perhatian tersendiri di kawasan Pantai Palangpang yang merupakan bagian dari Geopark Ciletuh, sekaligus menunjukkan pentingnya pemantauan terhadap kondisi ekosistem laut dan pesisir di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
(Egol)
