Sukabumi – Kondisi sistem drainase menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi dalam menangani rehabilitasi Jalan Benda-Durengede, Kecamatan Cicurug, pada 2026.
Pada ruas tersebut, penanganan jalan dilakukan menggunakan konstruksi beton. Pemilihan metode tersebut turut mempertimbangkan kondisi saluran pembuangan air yang terdapat di sepanjang lokasi pekerjaan.
Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, mengatakan rehabilitasi Jalan Benda-Durengede merupakan bagian dari paket pekerjaan Rehabilitasi Jalan RJ.24.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Shakir Januar dengan nilai kontrak sebesar Rp462.169.304. Anggaran proyek bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
Asep menjelaskan, proyek rehabilitasi jalan tersebut memiliki durasi pengerjaan selama 80 hari kalender. Ketentuan mengenai waktu pelaksanaan tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 000.3.3/05/SPMK/RJ.24/DPU/2026.
“Rehabilitasi Jalan Benda-Durengede ini merupakan salah satu pekerjaan yang kami tangani pada 2026. Pelaksanaannya mengikuti ketentuan dalam kontrak, termasuk waktu pengerjaan yang telah ditetapkan,” ujar Asep, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, selain memperhatikan lingkup pekerjaan dan durasi pelaksanaan, aspek teknis di lapangan juga menjadi bagian penting dalam menentukan metode penanganan jalan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi drainase, terutama saluran pembuangan air atau outlet. Kondisi outlet di ruas tersebut dinilai cukup menjadi tantangan karena sistem pembuangan airnya tidak mudah ditangani.
“Untuk ruas Benda-Durengede ini, salah satu pertimbangannya memang kondisi drainase. Sistem pembuangan airnya cukup sulit, terutama pada bagian outlet,” jelasnya.
Outlet sendiri merupakan bagian dari sistem saluran yang berfungsi sebagai tempat keluarnya aliran air. Kondisi bagian tersebut perlu diperhatikan agar pembangunan maupun rehabilitasi jalan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan infrastruktur pendukung yang ada.
Asep menegaskan, penanganan ruas Jalan Benda-Durengede tidak hanya berfokus pada kondisi badan jalan. Faktor pendukung seperti sistem drainase juga perlu diperhitungkan agar hasil pekerjaan dapat berfungsi secara optimal.
“Penanganan jalan ini tentu mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk sistem drainase yang ada,” pungkas Asep.
