Sukabumi – Insiden kecelakaan wahana jetski di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, yang menewaskan seorang wisatawan asal Arab Saudi menjadi peringatan serius bagi tata kelola wisata air di Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tragis tersebut tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memicu perhatian luas dari masyarakat serta kalangan legislatif daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa kejadian tersebut harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan destinasi wisata berisiko tinggi, khususnya wahana olahraga air seperti jetski.
Menurutnya, aspek keselamatan tidak boleh dianggap sebagai pelengkap administratif semata. Legalitas dan perizinan merupakan fondasi utama yang menentukan kelayakan sebuah usaha wisata untuk beroperasi, karena di dalamnya terdapat proses verifikasi standar keselamatan dan operasional.
“Izin bukan sekadar formalitas. Di sana ada tahapan penilaian kelayakan dan keselamatan. Seharusnya pengelola jetski mengantongi izin pengelolaan wisata agar operasionalnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” ujar Budi.
Politisi Partai Golkar tersebut menilai, pengelola wisata yang mengabaikan perizinan berpotensi besar juga mengabaikan penerapan SOP keselamatan di lapangan. Padahal, wisata air memiliki tingkat risiko tinggi yang menuntut kesiapan maksimal, mulai dari kondisi wahana, kompetensi operator, hingga kesiapan tim penyelamatan.
“Jika izinnya saja tidak ditempuh, bagaimana jaminan SOP keselamatan dan penyelamatan dijalankan dengan benar? Ini menyangkut nyawa manusia. Jangan sampai kelalaian seperti ini mencoreng citra pariwisata Sukabumi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Budi juga mendesak pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk bertindak tegas dengan menertibkan wahana wisata yang beroperasi tanpa izin lengkap. Langkah tersebut dinilai penting agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Ia berharap kejadian ini menjadi titik balik pembenahan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi, sehingga seluruh destinasi wisata mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
