Sukabumi – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi bersama UPTD PU Wilayah Jampangtengah bergerak cepat menangani dampak banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Nyalindung pada 28 Desember 2025. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur vital, mulai dari jembatan, saluran irigasi, hingga longsoran tanah yang menutup ruas jalan kabupaten.
Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Wilayah Jampangtengah, Robi Ferdian, mengatakan bahwa penanganan darurat telah dilakukan sejak hari pertama kejadian, bekerja sama dengan UPTD Alat Berat DPU Kabupaten Sukabumi.
“Sejak hari pertama kejadian bencana, tepatnya 28 Desember 2025, kami sudah langsung melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak,” ujar Robi Ferdian, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, penanganan longsoran dilakukan di beberapa desa terdampak, antara lain Desa Nyalindung, Desa Cisitu, Desa Bojongkalong, Desa Bojongsari, dan Desa Sukamaju. Selain itu, DPU juga telah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur akibat banjir sebagai dasar penanganan lanjutan.
“Kami sudah menginventarisasi seluruh kerusakan infrastruktur dan mengajukan usulan agar masuk dalam program kegiatan penanganan,” jelasnya.
Dalam penanganan jembatan, DPU Kabupaten Sukabumi melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, hingga Forkopimcam Kecamatan Nyalindung. Salah satunya adalah penanganan Jembatan Citalahab yang dilakukan secara gotong royong bersama warga Desa Bojongsari dan Desa Bojongkalong, Forkopimcam, serta BPBD Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, untuk Jembatan Cidage, pada H+2 pascabencana, UPTD PU menurunkan personel untuk bergotong royong bersama masyarakat membangun jembatan sementara, agar akses warga tetap terhubung.
Robi menyebutkan, terdapat empat jembatan kewenangan kabupaten yang terdampak banjir, yakni Jembatan Citalahab, Jembatan Cicadas, Jembatan Cibago, dan Jembatan Cidage. Untuk Jembatan Cibago, akses tidak terputus, namun sayap jembatan mengalami kerusakan akibat terjangan arus banjir.
Saat ini, kondisi akses infrastruktur di wilayah terdampak mulai berangsur pulih. Jembatan Citalahab, Cicadas, dan Cibago sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat dengan pembatasan tonase, sementara Jembatan Cidage baru dapat dilalui kendaraan roda dua.
Selain jembatan, dua saluran irigasi turut terdampak, yakni Irigasi Ciangsana 1 dan Ciangsana 2. Dalam penanganannya, DPU Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan mitra cai setempat agar aliran air tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Untuk irigasi, kami berupaya agar aliran air tetap berfungsi dengan melibatkan mitra cai setempat, sehingga kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” tambah Robi.
Pada kesempatan tersebut, Robi Ferdian juga menyampaikan rasa duka atas musibah yang terjadi sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan bencana.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan. Kami juga mengapresiasi peran masyarakat, OPD terkait, Forkopimcam, pemerintah desa, serta relawan yang telah bersama-sama membantu proses pemulihan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Aas Suganda, menyampaikan bahwa DPU Kabupaten Sukabumi telah melakukan survei lapangan serta penanganan sementara bersama Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Informasi dari DPU, penanganan permanen sudah diusulkan dan mudah-mudahan bisa terealisasi pada tahun 2026. Alhamdulillah, berkat gotong royong, akses warga saat ini sudah bisa digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
