Sukabumi – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi menggelar Festival Eksplorasi Pariwisata 2025 di Objek Wisata Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi wadah pengenalan sekaligus kurasi potensi pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang dimiliki wilayah Kadudampit.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai bentuk eksplorasi menyeluruh terhadap potensi lokal yang ada di tingkat kecamatan.

“Hari ini Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Kecamatan Kadudampit melaksanakan kegiatan eksplorasi pariwisata dalam bentuk festival. Seluruh potensi pariwisata yang ada di Kecamatan Kadudampit kita kurasi, dan alhamdulillah hari ini bisa ditampilkan,” ujar Ali di lokasi kegiatan.

Ali menilai tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi indikator mulai tumbuhnya kembali minat wisata. Menurutnya, kegiatan tersebut turut mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Dengan adanya pertunjukan dan aktivitas ini, masyarakat datang, menyaksikan, dan menikmati. Di situlah wisata terjadi, kebahagiaan hadir, dan spending juga berjalan, terutama bagi para pelaku UMKM yang bisa menjajakan produknya,” jelasnya.

Festival Eksplorasi Pariwisata 2025 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pameran dan penjualan produk ekonomi kreatif subsektor kuliner, kriya, dan fesyen, pelayanan publik terpadu, serta pentas seni dan budaya masyarakat Kadudampit. Sejumlah lomba turut digelar, seperti lomba mewarnai, liwet, dongdang, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga mempublikasikan agenda pariwisata tahun 2026. Ali Iskandar menyebutkan bahwa pada tahun mendatang terdapat puluhan agenda wisata yang akan dikawal pelaksanaannya.

“Hari ini kami publish bahwa di tahun 2026 ada kurang lebih 38 event pariwisata yang akan kita kawal dan diselenggarakan,” ungkapnya.

Masih dalam rangkaian Festival Eksplorasi Pariwisata Sukabumi 2025, Dispar Sukabumi juga menggelar Cup Taster Throwdown 2025, sebuah kompetisi adu kepekaan indera pengecap bagi para barista lokal. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Sukabumi Coffee Collective.

Founder Sukabumi Coffee Collective, Fahmi Yudi Pratama, menjelaskan kompetisi tersebut diikuti oleh 48 peserta yang merupakan pelaku industri kopi di Kabupaten Sukabumi dan terbagi ke dalam dua regional.

“Di Palabuhanratu ada 22 peserta dan diambil 11 terbaik, sementara di Cibadak ada 26 peserta dan diambil 11 terbaik. Hari ini merupakan babak final yang mempertemukan 22 peserta, lalu akan disaring enam orang untuk melaju ke grand final,” jelas Fahmi.

Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang mengidentifikasi delapan gelas kopi dengan karakter rasa dan aroma berbeda dari total 27 sajian kopi. Seluruh kopi yang digunakan merupakan kopi lokal Sukabumi dari berbagai wilayah, seperti Nyalindung, Gegerbitung, Parungkuda, hingga kawasan Sukabumi bagian atas, termasuk Pondok Halimun.

Fahmi menambahkan, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan bagi pelaku industri kopi lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu, Ali Iskandar menilai pengembangan industri kopi memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata. Ia menyebut sejumlah wilayah di Sukabumi memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi berkualitas.

“Kita baru menyadari bahwa wilayah seperti Cireunghas, Gegerbitung, dan Nyalindung merupakan penghasil kopi yang luar biasa. Dengan ketinggian dan karakter tanah tertentu, kawasan ini sangat potensial untuk pengembangan kopi lokal,” ujarnya.

Ali optimistis, jika dikembangkan secara berkelanjutan, industri kopi di Sukabumi dapat melahirkan destinasi wisata baru berbasis agrowisata.

“Kita dorong pelaku usaha untuk mengembangkan kebun kopi sekaligus menjadi lokasi wisata. Jadi pengunjung tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga bisa melihat langsung proses budidayanya,” pungkasnya.