RAGAN BAHASA-Indonesia mencatat kinerja pariwisata di atas ekspektasi sepanjang 2025. Kementerian Pariwisata melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta orang, melampaui target pemerintah yang dipatok 14–15 juta.
Dalam rapat bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Menpar Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian ini lebih tinggi dari proyeksi awal.
Malaysia tercatat sebagai penyumbang terbesar penerimaan pariwisata, sementara Uni Emirat Arab menjadi negara dengan pertumbuhan kunjungan tercepat ke Indonesia.
Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran turis asing mencapai US$1.267 per kunjungan, melampaui target US$1.220. Penerimaan devisa pariwisata 2025 diproyeksikan menembus US$18,91 miliar atau naik 13,17 persen dibanding 2024.
Selisih antara jumlah turis asing yang datang dan perjalanan warga Indonesia ke luar negeri melebar menjadi 6,22 juta perjalanan. Meski bukan indikator utama kinerja, pemerintah memantau angka ini sebagai sinyal potensi surplus devisa.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara tembus 1,20 miliar perjalanan, tumbuh 17,55 persen secara tahunan. Investasi sektor pariwisata juga melonjak, dengan realisasi Rp73,55 triliun sepanjang 2025—naik 56,05 persen year-on-year.
Pemerintah menilai deretan capaian tersebut menegaskan peran strategis pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan dampak langsung ke ekonomi rakyat.
(REKSA)
