RAGAM BAHASA– Kisah inspiratif datang dari Khoirul Anam (28), seorang satuan pengamanan (satpam) yang bertugas di sebuah bank BUMN di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dengan latar belakang sederhana dan modal merantau hanya Rp1 juta, Anam berhasil mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak.

Perjalanan hidup Anam dimulai pada 2018 saat ia meninggalkan kampung halamannya di Kabupaten Tanggamus, Lampung, untuk mengadu nasib di Ibu Kota. Tanpa sanak saudara dan bekal terbatas, Anam memberanikan diri mendatangi perusahaan jasa keamanan di wilayah Jakarta Utara dan langsung diterima bekerja.

“Waktu itu saya benar-benar nekat. Modalnya hanya satu juta rupiah untuk bertahan hidup di Jakarta,” ujar Anam.

Pernah Kritis dan Koma

Di tahun yang sama, Anam sempat mengalami sakit misterius yang membuatnya koma dan dirawat di beberapa rumah sakit. Kondisi tersebut sempat membuat keluarga pesimis terhadap keselamatannya. Namun, pengalaman nyaris kehilangan nyawa itu justru menjadi titik balik dalam hidupnya.

“Saya anggap itu umur kedua. Sejak saat itu saya bertekad harus menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” katanya.

Kuliah Sambil Jaga Keamanan

Sambil menjalani sistem kerja shift sebagai satpam, Anam mulai menekuni dunia akademik. Ia tercatat menempuh S1 Manajemen di Universitas Pamulang sejak 2019 melalui kelas karyawan dan lulus pada 2023. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, sekaligus mengambil S1 kedua Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah.

Di sela-sela tugasnya menjaga keamanan, Anam mengisi waktu dengan menulis karya ilmiah. Hingga kini, ia telah menghasilkan 13 artikel jurnal nasional dan internasional, serta 8 buku ber-ISBN yang terdaftar di Perpustakaan Nasional. Beberapa karya lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Cita-cita Jadi Pengajar

Prestasi tersebut mengantarkan Anam meraih penghargaan MURI dan menjadi inspirasi bagi banyak kalangan. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan menjadi seorang pengajar.

“Jangan pernah lelah menuntut ilmu. Profesi apa pun bukan penghalang untuk terus belajar,” pesannya.

Kisah Khoirul Anam membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan pekerjaan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Dengan tekad, disiplin, dan semangat belajar, mimpi besar tetap bisa diraih.

(NAUVAL)