RAGAM BAHASA-Kabar mengejutkan datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Daryono resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami sekaligus mengajukan pensiun dini dari institusi tersebut.
Keputusan ini menandai berakhirnya kiprah panjangnya di lembaga yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi gempa dan tsunami di Indonesia.
Selama menjabat, Daryono dikenal aktif memberikan penjelasan ilmiah yang mudah dipahami masyarakat, terutama saat terjadi gempa bumi yang memicu kepanikan publik.
Meski tidak lagi memegang jabatan struktural, Daryono menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi dalam meningkatkan literasi kebencanaan. Ia menyatakan akan terus mengambil peran sebagai edukator publik, memberikan pemahaman terkait mitigasi gempa dan tsunami demi keselamatan masyarakat.
Menurutnya, edukasi adalah kunci untuk membangun kesiapsiagaan. Informasi yang benar dan disampaikan secara cepat dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana. Karena itu, ia ingin tetap hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi dan kegiatan sosialisasi.
Langkah pensiun dini ini disebut sebagai pilihan pribadi, namun semangat pengabdian terhadap keselamatan bangsa tetap menjadi prioritas utamanya. Dengan pengalaman panjang di bidang kegempaan, Daryono diharapkan tetap menjadi rujukan dan sumber informasi yang kredibel bagi publik Indonesia.
(EGOL)
