RAGAM BAHASA-Tito Karnavian menyoroti persoalan kualitas air yang masih dihadapi warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat di Karang Baru, Kamis.

Dalam sambutannya, Mendagri menekankan bahwa ketersediaan air bersih dan air minum menjadi perhatian utama pascabencana. Ia menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Kuala dari TNI untuk mempercepat pembersihan muara sungai, termasuk mengangkat endapan lumpur yang masih menumpuk akibat banjir.

Menurut Tito, normalisasi kuala penting dilakukan agar aliran air kembali lancar dan risiko genangan dapat diminimalkan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong mempercepat proses pemulihan lingkungan.

Terkait kebutuhan air minum, Tito menjelaskan bahwa tanggung jawab utama berada di pemerintah daerah, khususnya bupati. Namun, TNI dan Polri turut memberikan dukungan melalui pembangunan lebih dari 200 sumur bor di sejumlah titik terdampak. Selain itu, distribusi air bersih dilakukan menggunakan tangki air serta kendaraan khusus yang mampu mengolah air keruh menjadi layak konsumsi.

Sebelumnya, Tito juga menyempatkan diri berbuka puasa bersama para pengungsi yang kini tinggal di hunian sementara (huntara) di Karang Baru. Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dan optimistis meski masih dalam tahap pemulihan pascabanjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Sebagai indikator pemulihan, Tito menyebut mulai berfungsinya kembali infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan jaringan internet, serta aktivitas pasar dan pertokoan yang berangsur normal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses rehabilitasi belum sepenuhnya selesai dan masih membutuhkan kerja keras bersama.

Acara buka puasa bersama tersebut difasilitasi oleh jajaran TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang sebagai bentuk dukungan moril kepada masyarakat terdampak.

(REKSA)