RAGAM BAHASA – Sebuah truk pengangkut perlengkapan proyek perbaikan jembatan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Cisarakan, Kampung Cisarakan, Desa Buniwangu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (10/5/2026) petang.

Kendaraan tersebut dilaporkan terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter setelah diduga mengalami gangguan pengereman saat melintasi jalur menurun.

Insiden terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Truk jenis Hino Light Truck bernomor polisi B 9698 UVV itu diketahui tengah melaju dari arah Buniwangi menuju Palabuhanratu sambil membawa sejumlah alat berat untuk kebutuhan pekerjaan perbaikan jembatan.

Menurut keterangan Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, kendaraan dikemudikan oleh Agung Nugroho (31), warga Kabupaten Serang, dengan seorang penumpang bernama Teguh Imam Santoso (44), warga Koja, Jakarta Utara.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edi Wibowo menjelaskan, kecelakaan diduga dipicu sistem rem yang tidak bekerja maksimal ketika kendaraan melintasi tikungan tajam di jalan menurun.

“Truk diduga kehilangan kendali saat melintas di turunan dan tikungan. Kendaraan kemudian bergerak ke sisi kiri jalan sebelum akhirnya masuk ke jurang,” ujarnya.

Beruntung tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Namun kedua korban mengalami luka ringan hingga sedang akibat benturan saat kendaraan terjun ke dasar jurang.
Pengemudi mengalami luka lecet di bagian tangan kiri, sementara penumpang mengalami memar pada area pinggang dan leher. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis.

Hingga Senin (11/5/2026) siang, bangkai kendaraan masih berada di lokasi jurang. Petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi menggunakan kendaraan derek dan peralatan khusus karena kondisi medan yang curam serta sulit diakses.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan saat proses penanganan berlangsung. Polisi juga mengimbau pengendara, khususnya kendaraan besar, untuk memastikan kondisi rem dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur ekstrem di wilayah selatan Sukabumi.

(EGOL)