RAGAM BAHASA– Antusiasme masyarakat terhadap ajang Riau Bhayangkara Run 2026 terus meningkat. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 8.000 peserta tercatat telah mendaftarkan diri untuk mengikuti event lari berskala internasional tersebut.

Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, termasuk pelari asal Afrika.

Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Daniel Widya Muharam, mengatakan jumlah peserta terus bertambah setiap harinya sejak pendaftaran dibuka akhir pekan lalu.

“Setiap hari ada sekitar 2.000 peserta yang mendaftar. Dari luar negeri juga sudah ada peserta dari Afrika yang ikut mendaftar,” ujar Daniel, Kamis (14/5/2026).

Panitia menargetkan total peserta mencapai 15 ribu orang hingga penutupan pendaftaran pada akhir Juni 2026.

Event olahraga tahunan tersebut akan menghadirkan tiga kategori utama, yakni Half Marathon 21K nasional dan internasional, 10K, serta 5K. Seluruh rangkaian lomba akan dimulai dan berakhir di Mapolda Riau, Pekanbaru.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi penyelenggara, sementara pengambilan race pack dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juli 2026 di Gelanggang Remaja Pekanbaru.
Riau Bhayangkara Run 2026 juga telah mengantongi sertifikasi World Athletics, sehingga pelaksanaannya memenuhi standar internasional.

Race Director Bhakti dari WG menjelaskan para peserta nantinya akan memperoleh berbagai fasilitas seperti jersey premium, timing chip, BIB sesuai kategori, medali finisher, hingga merchandise dari sponsor.

Sebelumnya, pada penyelenggaraan tahun lalu, Riau Bhayangkara Run sukses menarik lebih dari 13 ribu pelari dari berbagai daerah dan menjadi salah satu event lari terbesar di Pulau Sumatera.

Bukan Sekadar Lari, Tapi Kampanye Lingkungan

Mengusung tema “Run With Purpose, Move Forward With Riau”, Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana kampanye sosial dan kepedulian lingkungan.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan kegiatan tersebut menjadi momentum membangun solidaritas masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan hidup.

“Kita harus bersama-sama menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memastikan keberlanjutannya bagi anak cucu kita di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan tentang kesehatan, lingkungan, serta pentingnya mitigasi bencana, khususnya menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, periode Juni hingga Agustus 2026 diprediksi memasuki musim kemarau dengan potensi dampak fenomena Super El Nino yang dapat meningkatkan risiko karhutla di wilayah Riau.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Riau juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan menjaga keberlanjutan alam secara bersama-sama.

“Ini bukan hanya tentang berlari, tetapi tentang bagaimana kita bergerak bersama menjaga Riau,” tegas Irjen Herry.

(NAUVAL)