RAGAM BAHASA – Ambisi Persib Bandung untuk mengunci gelar Super League 2025/2026 tinggal selangkah lagi. Meski peluang meraih trofi semakin terbuka lebar, pelatih Persib, Bojan Hodak, justru meminta seluruh elemen tim dan pendukung untuk menahan diri dari euforia berlebihan.
Menjelang pertandingan terakhir musim ini melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026), Bojan menegaskan fokus tim saat ini hanya tertuju pada satu hal, yakni meraih hasil yang dibutuhkan di lapangan.
Pelatih asal Kroasia tersebut mengaku cukup terganggu dengan maraknya pembahasan mengenai arak-arakan kemenangan dan berbagai rencana selebrasi yang ramai beredar di media sosial. Menurutnya, pembicaraan mengenai pesta juara saat kompetisi belum benar-benar berakhir merupakan langkah yang prematur.
Bojan menilai situasi tersebut berpotensi membawa dampak negatif bagi tim. Selain dapat membangkitkan motivasi tambahan bagi lawan, kondisi itu juga dikhawatirkan membuat para pemain kehilangan konsentrasi pada pertandingan yang masih harus dijalani.
Ia mengingatkan bahwa gelar belum berada dalam genggaman Persib. Karena itu, seluruh energi dan perhatian harus diarahkan untuk menghadapi laga terakhir yang menentukan nasib Maung Bandung musim ini.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga memberikan perhatian khusus terhadap kekuatan Persijap. Meski telah memastikan tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan, tim asal Jepara dinilai sedang menunjukkan performa yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Bojan, hasil-hasil positif yang diraih Persijap menjadi bukti bahwa mereka tetap memiliki kualitas dan tidak bisa dianggap sebagai lawan yang mudah ditaklukkan. Ia bahkan menilai tim tersebut memiliki perkembangan permainan yang patut diwaspadai.
Fakta lain yang menjadi pengingat bagi Persib adalah hasil pertemuan putaran pertama. Saat itu, Persijap berhasil memberikan kekalahan kepada Maung Bandung, sebuah catatan yang hingga kini masih diingat oleh sang pelatih sebagai alarm agar timnya tidak lengah.
Karena alasan tersebut, Bojan meminta seluruh pemain untuk tampil dengan kesiapan maksimal dan menjaga fokus sejak menit pertama hingga peluit akhir dibunyikan.
Sikap serupa juga ditunjukkan bek Persib, Federico Barba. Pemain asal Italia itu menegaskan bahwa skuad Persib belum memikirkan perayaan apa pun. Baginya, tugas utama tim saat ini adalah menyelesaikan pekerjaan di lapangan dan memastikan target juara benar-benar tercapai.
Dengan satu pertandingan tersisa, Persib memang berada di ambang sejarah. Namun sesuai pesan sang pelatih, pesta dan konvoi masih harus menunggu. Fokus penuh terhadap laga kontra Persijap menjadi prioritas utama sebelum berbicara mengenai selebrasi gelar juara.
(EGOL)
