RAGAM BAHASA – Musibah kebakaran merenggut tiga nyawa anak-anak di Kampung Babakan Bandung, RT 02/RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/7/2026) malam. Rumah panggung milik keluarga Agus Santika hangus dilalap api dalam hitungan menit setelah diduga terjadi kebakaran yang dipicu lilin penerangan saat terjadi pemadaman listrik.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 19.49 WIB.
Bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat kobaran api dengan cepat menguasai seluruh bagian rumah sehingga menyulitkan proses penyelamatan.

Tiga anak yang berada di dalam rumah tidak berhasil menyelamatkan diri. Mereka adalah Aljenar Malik Seputro yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Saka Asadek yang masih berstatus peserta didik PAUD, serta Shakila Almahira Quenza yang masih balita. Ketiganya ditemukan di dalam salah satu kamar rumah dalam kondisi berdekatan.

Sementara itu, nenek mereka yang berusia sekitar 50 tahun berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api. Saat ini, ia telah dievakuasi dan sementara tinggal di rumah warga sekitar.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, aliran listrik di wilayah tersebut padam sejak sekitar pukul 17.30 WIB. Untuk penerangan, keluarga diduga menggunakan lilin. Api kemudian diperkirakan berasal dari sumber penerangan tersebut sebelum menjalar ke seluruh bangunan.

Saat kejadian, kedua orang tua korban diketahui sedang berada di luar kota untuk bekerja. Ketiga anak tersebut sehari-hari tinggal bersama sang nenek.

Warga sekitar awalnya mengira kobaran api berasal dari kawasan hutan di belakang permukiman karena sebelumnya sempat terjadi kebakaran kecil di area tersebut. Namun, setelah didekati, api ternyata telah membakar rumah panggung milik korban dan terus membesar.

Masyarakat setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang. Tidak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Sukaraja dan Kota Sukabumi tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendinginan agar api tidak merambat ke bangunan lain.

Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menimpa warganya. Ia mengatakan warga telah berusaha semaksimal mungkin memadamkan api, namun material rumah yang didominasi kayu membuat kobaran api berkembang sangat cepat hingga tiga anak tidak sempat diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, rumah beserta seluruh isinya ludes terbakar. Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga korban juga membutuhkan bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, serta material bangunan untuk proses pemulihan pascakebakaran.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sementara itu, pemerintah desa bersama warga dan instansi terkait terus melakukan penanganan serta pendampingan terhadap keluarga yang terdampak musibah tersebut.

(Egol)