RAGAM BAHASA – Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengungkap sejumlah fakta mengejutkan. Sebanyak 995 senjata yang terdiri dari airsoft gun dan senapan angin ditemukan tersimpan di dua ruangan di lingkungan sekolah tersebut.

Temuan itu pertama kali diketahui pada Jumat (10/7/2026). Hampir sebulan kemudian, Jumat (7/8/2026), kondisi dua ruangan yang menjadi lokasi penyimpanan senjata tersebut kembali terlihat.

Ruangan pertama diketahui merupakan bekas ruang kepala yayasan sekolah berinisial IWD. Lokasinya berada di bagian depan kompleks sekolah.

Dari hasil penelusuran, ruangan tersebut menyimpan sejumlah barang selain senjata. Di antaranya ditemukan CD porno, narkoba, serta sebuah bunker yang berada di bawah tanah.

Pintu ruangan kini telah ditutup dan dipasangi garis polisi serta gembok. Akses ke dalam ruangan pun dibatasi.

Staf yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa bunker tersebut berada tepat di bawah ruangan. Akses menuju bagian bawah tanah itu disebut tersembunyi di balik sebuah rak besi.

“Jadi kotak begitu dia kelihatannya, terus dibuka masuk ke dalam tanah, ke bawah. Dia ditutup pakai rak, rak besi,” ujar Untung kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/8/2026).

Ratusan Airsoft Gun Disimpan di Bekas Ruang Kelas

Sementara itu, ruangan kedua berada tidak jauh dari ruang kelas yang saat ini digunakan oleh siswa taman kanak-kanak (TK).

Di ruangan inilah ratusan senjata jenis airsoft gun ditemukan. Kondisi pintunya masih diberi tanda garis polisi dan bagian depannya ditutup menggunakan kain putih sehingga isi ruangan tidak terlihat dari luar.

Menurut Untung, ruangan tersebut pada awalnya merupakan ruang kelas yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Namun, jumlah peserta didik yang terus mengalami penurunan membuat beberapa kelas kemudian digabung. Ruangan yang tidak lagi digunakan itu akhirnya beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan berbagai barang milik mantan ketua yayasan.

“Dulu itu dipakai buat ruang kelas ini. Terus seiring murid berkurang, jadi digabung, tidak dipakai dan akhirnya berubah fungsi jadi semacam gudang penyimpanan barang mantan ketua yayasan itu,” kata Untung.

Polisi Masih Selidiki Asal-usul Senjata

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan setelah menemukan sekitar 995 senjata di lingkungan yayasan sekolah swasta tersebut.

Barang yang ditemukan terdiri atas airgun, air rifle, airsoft gun, serta satu pucuk benda yang diduga merupakan senjata api.

Penemuan tersebut menjadi perhatian karena seluruh barang ditemukan di lingkungan sekolah yang masih beraktivitas. Polisi masih mendalami kepemilikan, fungsi, serta asal-usul senjata-senjata tersebut.

Selain senjata, keberadaan bunker bawah tanah dan sejumlah barang lainnya di bekas ruang kepala yayasan juga menjadi bagian dari penyelidikan aparat.

Hingga kini, area yang menjadi lokasi penemuan masih dibatasi dengan garis polisi.

(Egol)