BANDUNG – Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031 resmi dibuka di Hotel Horison Ultima Bandung, Rabu (12/8/2026). Forum organisasi wartawan tersebut menjadi momentum bagi jajaran PWI se-Jawa Barat untuk menentukan kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan.

 

Konferprov PWI Jawa Barat 2026 mengusung tema “Merawat Profesionalisme, Menuju Pers Berintegritas dan Bermartabat.” Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Ketua DPRD Kota Bandung, perwakilan PWI Pusat dan Dewan Kehormatan PWI Pusat, Kepala Diskominfo Jawa Barat, perwakilan Polda Jawa Barat, pengurus IKWI Pusat dan Jawa Barat, serta jajaran PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat.

 

Dalam proses pencalonan Ketua PWI Jawa Barat, PWI Pusat telah menetapkan dua kandidat yang dinyatakan lolos penelitian dan verifikasi. Keduanya yakni Hardiyansyah dan Tantan Sulthon Bukhawan.

Penetapan dua kandidat tersebut tertuang dalam Keputusan PWI Pusat Nomor 826/PWI-P/LXXX/VIII/2026 yang diumumkan menjelang pelaksanaan Konferprov PWI Jawa Barat.

 

Sementara untuk posisi Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat, PWI Pusat menetapkan Oland P.H. Sibarani sebagai calon.

 

Dalam laporan panitia, Zaenal Ikhsan yang mewakili Ketua Panitia Konferprov Jawa Barat, Roberto Purba, menyampaikan apresiasi kepada PWI Pusat, IKWI, Dewan Kehormatan, Plt Ketua PWI Jawa Barat, serta Pemerintah Kota Bandung yang telah mendukung penyelenggaraan konferensi.

 

“Alhamdulillah, sebuah momen luar biasa pengurus PWI se-Jawa Barat dapat berkumpul bersama dalam ajang konferensi. Mudah-mudahan momen ini dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih baik dan melanjutkan visi misi PWI Jawa Barat,” ujarnya.

 

Tantangan Pers di Era Digital

 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam sambutannya mengatakan Konferprov PWI Jawa Barat memiliki arti penting di tengah perubahan ekosistem media dan pesatnya perkembangan teknologi digital.

 

Farhan yang mengaku pernah berprofesi sebagai jurnalis menegaskan bahwa dirinya masih menaruh kepercayaan terhadap produk jurnalistik sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

 

“Saya adalah sosok yang percaya kepada hasil jurnalisme. Hingga hari ini saya masih berlangganan koran,” kata Farhan.

 

Menurut Farhan, perkembangan teknologi dan media digital telah menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Karena itu, insan pers dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan prinsip profesionalisme, integritas dan martabat.

Ia bahkan menilai diperlukan rekonstruksi dalam praktik jurnalisme agar karya jurnalistik tetap memiliki daya saing dan relevansi di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

 

Perubahan tersebut, kata Farhan, juga terlihat dari semakin berkembangnya komunikasi publik melalui berbagai platform digital yang mampu menjangkau masyarakat secara cepat dan luas.

 

Kondisi itu dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media massa untuk mempertahankan kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas, akurat dan bertanggung jawab.

 

Farhan berharap pers tetap menjalankan perannya sebagai salah satu pilar penting demokrasi dengan mengedepankan hati nurani serta tanggung jawab profesi.

 

“Kritik adalah produk yang paling menarik, tetapi harus disampaikan secara lugas dan objektif. Seperti pisau dengan dua mata tajamnya,” ujarnya.

 

Jaga Kebebasan Pers dan Persaudaraan

 

Farhan juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan pers. Menurutnya, perbedaan pandangan dan kritik tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.

 

“Pembungkaman adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Kita harus bersatu padu tanpa harus menjatuhkan,” pungkasnya.

 

Pembukaan Konferprov PWI Jawa Barat turut diisi dengan pembacaan doa oleh Ustaz Dudi Supriadi. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian konferensi berjalan lancar serta proses pemilihan menghasilkan pemimpin yang amanah, profesional dan berintegritas.

 

Peserta konferensi juga diharapkan tetap menjaga silaturahmi dan soliditas organisasi meskipun memiliki pilihan berbeda dalam menentukan calon Ketua PWI Jawa Barat maupun Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat.

 

Konferprov PWI Jawa Barat 2026 selanjutnya menjadi forum strategis bagi jajaran PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan PWI Jawa Barat untuk periode 2026–2031.