SUKABUMI – Memasuki usia 25 tahun perjalanan di industri musik Indonesia, grup musik Radja terus berupaya menjaga eksistensi dan kedekatan dengan para pencintanya. Bagi vokalis Radja, Ian Kasela, salah satu kunci untuk bertahan selama seperempat abad adalah menjaga komunikasi dengan penggemar.
Hal tersebut disampaikan Ian saat menjawab pertanyaan Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, mengenai cara Radja mempertahankan eksistensi setelah 25 tahun berkarier di tengah perubahan zaman dan dinamika industri musik.
Ian mengatakan, perjalanan panjang Radja tidak hanya ditopang oleh karya musik, tetapi juga hubungan yang terus dijaga dengan para pencinta musik. Menurutnya, kehadiran Radja di berbagai daerah menjadi momentum untuk kembali bertemu, berkomunikasi, sekaligus menghidupkan kembali ingatan publik terhadap karya-karya mereka.
“Memang kita datang ke sini juga salah satunya untuk membangun komunikasi, menjaga komunikasi. Mungkin saja teman-teman tadinya sudah lupa sama Radja. Tapi begitu Radja datang lagi ke sini, kita jumpa, kita ngobrol, kan jadi ingat lagi,” ujar Ian.
Menurut Ian, bertemu langsung dengan penggemar menjadi bagian penting dalam perjalanan Radja. Sebab, setelah 25 tahun berkarya, hubungan antara musisi dan pencinta musik bukan sekadar tentang lagu yang didengarkan, tetapi juga tentang kenangan dan pengalaman yang terbangun bersama.
Ia pun berharap kehadiran Radja dalam Broken Versus Music Experience Festival di Stadion Surya Kencana, Kota Sukabumi, Minggu (13/9/2026), dapat kembali membangkitkan nostalgia para penggemar terhadap lagu-lagu Radja.
“Mudah-mudahan setelah nonton konser Broken Versus Music Experience juga pulang-pulang dengarkan lagi lagu-lagu Radja. Jadi kita mencoba untuk lebih dekat kembali dengan pencinta musik, khususnya pencinta musik Radja,” katanya.
Bagi Ian, menjaga eksistensi selama 25 tahun bukan hanya persoalan bertahan di industri musik, melainkan bagaimana sebuah band tetap mampu hadir, berkomunikasi, dan memiliki hubungan emosional dengan pendengarnya.
Perjalanan seperempat abad tersebut menjadi bukti bahwa perubahan zaman tidak serta-merta menghapus karya dan kenangan yang telah dibangun Radja bersama para penggemarnya.
