RAGAM BAHASA – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Dalam periode pengamatan Senin (5/10/2026) pukul 00.00-24.00 Wita, gunung api tersebut tercatat meletus sebanyak 90 kali.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok melaporkan, letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 100 hingga 200 meter di atas kawah. Asap letusan terlihat berwarna putih hingga kelabu.

Selain letusan, aktivitas gunung juga ditandai dengan 14 kali guguran dan 122 kali embusan. Guguran terpantau meluncur sejauh 400-500 meter ke arah tenggara.

Aktivitas vulkanik juga memunculkan aliran lava ke sektor tenggara dengan jarak sekitar 500 meter dari bibir kawah aktif. Gemuruh lemah turut terdengar selama periode pengamatan.

Kondisi puncak gunung sempat tertutup kabut. Asap kawah terpantau bertekanan lemah hingga sedang dengan intensitas tipis dan ketinggian mencapai 100-200 meter.

Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Larangan juga berlaku hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Warga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas yang dapat mengarah ke sejumlah sektor, termasuk selatan, tenggara, barat, dan timur laut.

Saat ini aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada).

(NOVAL)