Sukabumi – Pemasukan retribusi dari enam destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2026. Hingga September, total retribusi yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp1.010.001.000. Capaian tersebut bahkan melampaui pemasukan tahunan yang diperoleh dalam setiap tahun selama periode 2021 hingga 2025.
Enam destinasi wisata yang menjadi sumber pemasukan tersebut meliputi Pondok Halimun, Cinumpang, Geyser Cisolok, Curug Sodong, Curug Cikaso, dan Pantai Minajaya. Seluruh objek wisata itu berada dalam pengelolaan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan capaian retribusi hingga September 2026 menjadi perkembangan positif bagi pengelolaan destinasi wisata daerah. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan peningkatan pemasukan dibandingkan realisasi tahunan dalam lima tahun sebelumnya.
“Alhamdulilah sampai dengan September, pemasukan retribusi 6 objek destinasi wisata sudah mencapai Rp 1.010.001.000. Pemasukan ini tentu jauh melampaui dari pemasukan-pemasukan dalam tempo satu tahun di 5 tahun ke belakang,” kata Ali, dikutip dari unggahan akun Instagram Dispar Kabupaten Sukabumi, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan catatan pemasukan retribusi, pada 2021 Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperoleh sekitar Rp558 juta. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp735 juta pada 2022, kemudian mencapai Rp817 juta pada 2023.
Sementara itu, pemasukan retribusi pada 2024 tercatat sebesar Rp729 juta dan pada 2025 mencapai Rp676 juta. Dengan demikian, realisasi hingga September 2026 yang telah menembus Rp1,01 miliar berhasil melampaui seluruh capaian tahunan tersebut.
Ali optimistis pemasukan retribusi masih berpeluang mengalami peningkatan hingga akhir tahun. Pasalnya, masih terdapat tiga bulan tersisa, yakni Oktober, November, dan Desember 2026, yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerimaan dari enam destinasi wisata tersebut.
Peluang peningkatan pemasukan juga didukung oleh perkiraan naiknya jumlah kunjungan wisatawan pada periode libur Natal dan Tahun Baru. Masa tersebut biasanya menjadi salah satu periode ramai kunjungan atau high season bagi sejumlah destinasi wisata.
“Kami punya keyakinan tentu apabila polanya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, terlebih kita akan menghadapi peak season, high season Natal dan Tahun Baru, maka kita bisa mencapai angka Rp1,4 miliar dari target tahun ini Rp1,6 miliar,” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi tersebut, realisasi retribusi diperkirakan mencapai kisaran 87 hingga 89 persen dari target tahunan sebesar Rp1,6 miliar apabila pemasukan dapat menyentuh Rp1,4 miliar.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Ali menegaskan bahwa peningkatan pemasukan retribusi juga harus diiringi dengan pembenahan kualitas pengelolaan destinasi wisata. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa upaya perbaikan yang dilakukan Dispar Kabupaten Sukabumi mulai memperlihatkan hasil.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama kondisi infrastruktur, kualitas pelayanan atau hospitality, serta aksesibilitas menuju enam objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.
“Ini sebagai indikasi bahwa kami berupaya untuk berbenah diri. Kami banyak mendengar masukan dan saran dari netizen. Tentu tidak sempurna, masih banyak yang harus kami perbaiki,” tutur Ali.
Menurutnya, masukan dari masyarakat dan wisatawan menjadi bahan evaluasi penting bagi Dispar untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta kenyamanan pengunjung. Pembenahan tersebut diperlukan agar destinasi wisata Kabupaten Sukabumi semakin mampu memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan.
Ali juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya diukur berdasarkan besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh dari retribusi objek wisata.
Lebih dari itu, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Sukabumi.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukabumi. Ali menyebut kontribusi sektor tersebut saat ini berada di angka 2,6 persen dan diharapkan dapat terus meningkat.
“Saat ini kita masih di angka 2,6 (persen) tentu harus kita tingkatkan. Target kita di angka 2,7 atau kemudian sampai di angka 3 (persen),” ungkap Ali.
Untuk mencapai target tersebut, Dispar Kabupaten Sukabumi memandang perlu adanya penguatan ekosistem pariwisata yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Selain itu, iklim investasi yang semakin kondusif juga dinilai penting untuk mendukung pengembangan destinasi, peningkatan fasilitas, serta tumbuhnya berbagai usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata.
Dengan mengoptimalkan pemasukan retribusi sekaligus meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap PAD serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
