Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Diperlukan komitmen dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat agar setiap program pembangunan dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan sistem manajemen pembangunan berjalan secara optimal.

Menurutnya, setiap unsur dalam proses pembangunan memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, gangguan pada salah satu bagian dapat berdampak terhadap hasil pembangunan secara keseluruhan.

“Kami ingatkan subsistem dalam proses pembangunan memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika salah satu bagian mengalami kendala, hasil pembangunan secara keseluruhan berpotensi tidak optimal,” ujar Uus.

Ia menegaskan, prinsip tersebut harus menjadi landasan bagi seluruh jajaran Dinas PU, terutama dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi. Pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi tujuan bersama antara pemerintah, penyedia jasa, maupun pihak lain yang terlibat.

“Setiap PCN saya selalu menegaskan bahwa kita harus satu pemikiran dan satu tujuan. Ini adalah amanah yang harus kita jalankan bersama sehingga hasilnya optimal,” katanya.

Uus juga mengingatkan agar tidak terdapat perbedaan kepentingan antara pemerintah dan pihak ketiga atau penyedia jasa selama proses pekerjaan berlangsung. Seluruh pihak harus memiliki orientasi yang sama, yakni memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan dan menghasilkan infrastruktur berkualitas.

“Di antara kita dan pihak penyedia atau pihak ketiga tidak boleh ada kepentingan yang berbeda. Semuanya harus berorientasi pada pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan dan menghasilkan pembangunan yang berkualitas,” tegasnya.

Untuk memastikan setiap bagian dalam proses pembangunan berjalan sebagaimana mestinya, Dinas PU Kabupaten Sukabumi akan melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus memastikan pelaksanaan pekerjaan tetap berada pada jalur perencanaan.

“Kita akan evaluasi apakah subsistem ini berjalan dengan baik atau sebaliknya,” ucap Uus.

Selain evaluasi, ia meminta seluruh jajaran Dinas PU meningkatkan pengawasan terhadap berbagai pekerjaan infrastruktur yang sedang dilaksanakan. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan di lapangan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Uus juga mendorong keterlibatan media dalam menyampaikan perkembangan pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, media dapat membantu memberikan informasi secara terbuka mengenai kondisi dan progres pekerjaan di lapangan.

“Kita selalu menekankan kepada seluruh staf agar meningkatkan pengawasan dan bisa mengajak awak media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat menyangkut kondisi di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai persoalan dalam pelaksanaan proyek, seperti keterlambatan pekerjaan, pengurangan volume, hingga kualitas pekerjaan, telah memiliki ketentuan dan konsekuensi yang tercantum dalam dokumen kontrak.

“Semua sudah tertera dalam kontrak. Baik keterlambatan pekerjaan, pengurangan volume maupun kualitas pekerjaan, semuanya ada konsekuensinya,” jelas Uus.

Menurutnya, penerapan konsekuensi terhadap penyedia jasa bukan sekadar bentuk pemberian sanksi. Langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengendalian untuk memastikan pekerjaan infrastruktur dilaksanakan sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, waktu, serta standar kualitas yang telah disepakati.

Dengan memperkuat pengawasan, melakukan evaluasi secara berkala, dan membangun kesamaan tujuan di antara seluruh pihak yang terlibat, Dinas PU Kabupaten Sukabumi berharap pelaksanaan pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih optimal.

Pada akhirnya, seluruh proses tersebut diharapkan mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.