RAGAM BAHASA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terpantau aktif, disertai gelombang atmosfer ekuator, diperkirakan mendorong pertumbuhan awan konvektif secara lebih intens.

Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa faktor-faktor cuaca yang bekerja saat ini terjadi pada berbagai skala, mulai dari global hingga lokal. Kombinasi kondisi tersebut dinilai mampu memperkuat proses pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah dengan kelembapan udara tinggi dan suhu permukaan laut yang hangat.

Pada tataran global, fenomena La Niña lemah masih terindikasi berdasarkan sejumlah parameter iklim seperti Southern Oscillation Index (SOI) dan anomali suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan suplai uap air ke atmosfer, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.

Sementara itu, secara regional, aktifnya gelombang ekuator seperti gelombang Kelvin dan Rossby turut memperkuat potensi pembentukan awan hujan di sekitar wilayah ekuator. Dampaknya, sejumlah daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk kemungkinan banjir, tanah longsor, serta genangan di wilayah rawan. Masyarakat juga disarankan untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

(EGOL)