RAGAM BAHASA -Penggerebekan terhadap sejumlah warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat aktivitas kejahatan siber di kawasan Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, tidak sepenuhnya membuahkan hasil. Saat aparat gabungan mendatangi lokasi pada Selasa (14/4/2026) dini hari, sebagian besar target telah lebih dulu melarikan diri.
Operasi yang menyasar sebuah penginapan di Desa Cimaja itu mendapati kondisi tempat yang nyaris kosong. Kuat dugaan, rencana penindakan telah terendus sehingga para penghuni asing tersebut kabur sebelum petugas tiba.
Dalam penyisiran yang dilakukan, aparat hanya berhasil mengamankan lima orang WNA yang tertinggal di lokasi. Kelimanya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap keterlibatan mereka.
Di dalam bangunan, petugas menemukan sejumlah indikasi aktivitas mencurigakan. Salah satunya berupa logo bertuliskan “Fengda Wealth Management” yang terpasang di salah satu ruangan. Keberadaan identitas tersebut mengarah pada dugaan bahwa penginapan itu difungsikan sebagai pusat operasional, bukan sekadar tempat tinggal sementara.
Pemilik penginapan, Koh Leleung, mengaku tidak mengetahui aktivitas ilegal yang diduga dilakukan para penyewa. Menurutnya, para WNA tersebut awalnya mengaku sebagai penyelenggara tur wisata.
“Mereka bilang mau buat tur untuk wisatawan dari China, ke Sawarna dan Ciletuh. Jadi saya pikir memang tour leader,” ujarnya kepada wartawan.
Ia juga menjelaskan bahwa para tamu asing itu telah menempati penginapan sejak sebelum Lebaran dan berencana menyewa lebih dari sepuluh kamar dalam jangka waktu satu tahun.
Di area parkir, petugas turut menemukan sebuah mobil yang berisi perangkat komputer yang sudah tertata. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para pelaku terburu-buru meninggalkan lokasi sambil berusaha mengamankan peralatan mereka.
Seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan, termasuk lima WNA yang kini masih menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi. Aparat masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam kasus ini.
(EGOL)
