Sukabumi – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan bertema “Transformasi Tata Kelola Kepariwisataan Berbasis Kawasan yang Terintegrasi” di Aula Destinasi Wisata Alam OASiS, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, akademisi, hingga mitra kerja guna membahas langkah bersama dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang lebih terarah, modern, dan terintegrasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa transformasi tata kelola pariwisata menjadi kebutuhan penting untuk menjawab perkembangan zaman serta tuntutan peningkatan kualitas layanan publik.
“Pengelolaan kawasan wisata yang terintegrasi menjadi kunci dalam menciptakan destinasi yang aman, nyaman, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ali, sinergi antarwilayah, antarpelaku usaha, dan lintas sektor menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari integrasi pengelolaan kawasan wisata berbasis kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas pelayanan dan kapasitas sumber daya manusia, hingga optimalisasi digitalisasi layanan pariwisata seperti promosi dan reservasi daring.
Selain itu, penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata juga menjadi perhatian utama agar sektor pariwisata mampu berkembang tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan sosial masyarakat.
Dispar Kabupaten Sukabumi juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra strategis, salah satunya bersama Jasa Raharja Putra dalam mendukung pengembangan sistem ticketing digital terintegrasi di sejumlah objek wisata.
Saat ini, program perlindungan wisatawan melalui skema asuransi telah diterapkan di enam destinasi wisata. Setiap pengunjung yang datang otomatis mendapatkan jaminan perlindungan selama berada di lokasi wisata.
Ke depan, sistem tersebut akan terus dikembangkan melalui penerapan pembayaran digital berbasis QRIS, penggunaan electronic gate, pengembangan website reservasi, hingga layanan pembelian tiket secara online.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan wisata, akurasi data kunjungan wisatawan, sekaligus memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Di akhir kegiatan, Ali Iskandar kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.
“Dengan kolaborasi, berbagai keterbatasan dapat diatasi dan peluang bisa dimaksimalkan demi kemajuan pariwisata Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
