RAGAM BAHASA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah mulai mereda setelah Iran memutuskan membuka kembali akses penuh Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial. Kebijakan ini langsung berdampak besar terhadap pasar energi global, ditandai dengan turunnya harga minyak secara signifikan.

Pernyataan resmi disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan bahwa jalur strategis tersebut kini dapat digunakan kembali secara normal selama masa gencatan senjata yang sedang berlangsung di kawasan.

Menurutnya, pembukaan ini merupakan bagian dari komitmen Iran dalam menjaga stabilitas regional, khususnya setelah tercapainya kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon.

Meski telah dibuka sepenuhnya, Iran tetap memberlakukan aturan teknis bagi kapal yang melintas. Seluruh armada diwajibkan mengikuti rute pelayaran tertentu yang telah ditetapkan guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di perairan tersebut.

Di sisi lain, langkah ini mendapat respons positif dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut, yang dinilai dapat meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

Reaksi pasar pun terjadi dengan cepat. Harga minyak global tercatat merosot lebih dari 11 persen hanya dalam waktu singkat setelah pengumuman tersebut.

Penurunan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap kembali lancarnya distribusi energi dari kawasan Teluk, yang selama ini menjadi salah satu jalur utama ekspor minyak dunia.

Dengan terbukanya kembali Selat Hormuz, pelaku industri energi kini berharap situasi geopolitik tetap kondusif agar rantai pasok global tidak kembali terganggu dalam waktu dekat.

(EGOL)