RAGAM BAHASA– Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026 dan berpotensi dirayakan secara serentak oleh pemerintah maupun organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Prediksi tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

“Berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab yang kami lakukan, Idul Adha 1447 H kemungkinan besar jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Potensinya cukup besar untuk berlangsung serentak,” kata Abdul Mu’ti saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan posisi hilal diperkirakan sudah memenuhi kriteria penentuan awal Zulhijah sehingga peluang terjadinya perbedaan penetapan hari raya relatif kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Abdul Mu’ti, keseragaman penetapan Idul Adha dapat memberikan dampak positif bagi umat Islam, terutama dalam pelaksanaan salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

“Kalau bisa bersamaan tentu lebih baik karena umat bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan resmi mengenai awal Zulhijah tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah menjelang Idul Adha.

Sebelumnya, sejumlah pakar astronomi juga memperkirakan Idul Adha 1447 H akan jatuh pada 27 Mei 2026 karena posisi bulan dinilai telah memenuhi syarat visibilitas hilal di berbagai wilayah Indonesia.

(FIKRI)