RAGAM BAHASA – Duka menyelimuti warga Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, setelah seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenazah almarhum tiba di Sukabumi pada Jumat (15/5/2026) siang dan langsung diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum di wilayah Nagrak.

Warga Kampung Hegar Alam RT 01 RW 03, Desa Sekarwangi itu diketahui menghembuskan napas terakhir ketika melintasi jalur menuju Bukit Penyesalan, salah satu trek yang dikenal cukup berat di kawasan Gunung Rinjani.

Kepala Desa Sekarwangi, Abeng Baenuri, mengatakan pihak desa menerima informasi bahwa korban diduga mengalami gangguan kesehatan saat perjalanan pendakian berlangsung.

“Informasi yang kami terima, almarhum diduga terkena serangan jantung ketika berada di jalur pendakian Rinjani,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Menurut keterangan warga setempat, Endang sehari-hari bekerja di wilayah Tangerang dan hanya sesekali pulang ke kampung halaman. Meski secara administrasi masih tercatat sebagai warga RW 03 Desa Sekarwangi, korban disebut telah tinggal bersama keluarganya di lingkungan RW 05 setelah menikah.

Ketua RW 03, Rahmat Nugraha, menyebut almarhum dikenal memiliki hobi mendaki gunung dan beberapa kali mengikuti perjalanan pendakian bersama rekan-rekannya.

“Kalau tidak salah ini menjadi pendakian keempat beliau,” kata Rahmat.

Dalam pendakian tersebut, korban berangkat bersama rombongan perusahaan yang berjumlah sekitar 29 orang melalui jalur Kandang Sapi pada Kamis pagi. Namun di tengah perjalanan, korban dilaporkan terjatuh dan tidak sadarkan diri sehingga proses evakuasi segera dilakukan oleh porter dan tim penolong.

Jenazah kemudian dievakuasi melalui jalur Sembalun, Lombok Timur, sebelum dipulangkan ke Jawa Barat menggunakan jalur udara.

Pihak keluarga menerima kabar duka pertama kali melalui aparat kepolisian setempat yang memperoleh informasi dari tim Basarnas NTB. Setibanya di Sukabumi sekitar pukul 13.15 WIB, jenazah langsung dibawa menuju TPU Jagal, Desa Cibodas, Kecamatan Nagrak, dan dimakamkan pada sore harinya.

Rahmat menuturkan, almarhum sempat berpesan kepada istrinya agar dimakamkan di tanah kelahirannya apabila suatu saat meninggal dunia.
“Katanya memang ingin dimakamkan di kampung halaman,” ungkapnya.

Kepergian Endang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

(EGOL)