RAGAM BAHASA-Malaysia resmi mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kapal terbalik yang membawa migran asal Indonesia di perairan lepas pantai Pulau Pangkor, negara bagian Perak. Operasi tersebut dihentikan setelah berlangsung hampir sepekan.
Direktur Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Perak, Laksamana Pertama Maritim Mohamad Shukri Khamis, mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah area pencarian dinilai telah disisir secara maksimal.
“Operasi SAR resmi ditamatkan setelah seluruh sektor pencarian diperiksa dan tidak ada lagi temuan korban tambahan,” kata Mohamad Shukri dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan operasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari kapal patroli maritim, polisi air, hingga nelayan setempat yang ikut membantu pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.
Menurut dia, kondisi cuaca dan arus laut menjadi salah satu tantangan selama proses pencarian berlangsung. Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan penyisiran secara intensif selama beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Dedi Faisal Syafrizal, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia terkait penanganan para korban maupun pendataan warga negara Indonesia yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami memastikan proses identifikasi dan pendampingan terhadap korban maupun keluarga berjalan optimal,” ujar Dedi.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak menggunakan jalur laut ilegal untuk bekerja ke luar negeri karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Insiden kapal terbalik tersebut sebelumnya terjadi di perairan Pulau Pangkor, Perak. Kapal yang diduga mengangkut migran Indonesia itu dilaporkan mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Sejumlah penumpang berhasil diselamatkan, sementara beberapa lainnya ditemukan meninggal dunia.
(FIKRI)
